Apa Yang Dimakud Dengan Ontologi Seni, Epistemologi Dan Aksiologi?

Apa Yang Dimakud Dengan Ontologi Seni, Epistemologi Dan Aksiologi?

Ontologi

Apa Yang Dimakud Dengan Ontologi Seni, Epistemologi Dan Aksiologi? – Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang realitas. Pertanyaan paling mendasar dari ontologi yaitu “apa”. Maka menurut saya ontologi seni itu sebuah pertanyaan mendasar tentang seni seperti “Apa itu seni?”. Banyak sekali orang mendefinisikan kata seni. Saya sendiri mengartikan bahwa seni merupakan suatu ledakan. Contoh kasusnya ada pada kampus kita. Ketika jurusan kami menyelenggarakan sebuah acara seni (Inagurasi Pend. Sendratasik 2015), kami harus banyak sekali latihan agar acara berjalan dengan lancar. Tentu kampus kami menjadi ramai oleh tarian, musik, dan orang-orang yang berperan. Setelah itu, kampus yang awalnya kami rasa sunyi sepi sedikit demi sedikit mulai tercium kehidupan mahasiswa yang aktif.
Apa Yang Dimakud Dengan Ontologi Seni, Epistemologi Dan Aksiologi?

Epistemologi seni dan aksiologi seni

Begitupun dengan epistemologi seni dan aksiologi seni. Kedua cabang filsafat itu juga memiliki pertanyaan paling mendasar yaitu “bagaimana” dan “untuk apa/mengapa”  yang apabila disatukan dengan kata seni akan tercipta beberapa pertanyaan mendasar juga seperti “Bagaimana seseorang dapat menari?” dan “Untuk apa seni diciptakan?”.
Epistemologi membicarakan tentang hakikat, pengandai-andaian, serta dasar-dasar mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Seorang penari mempelajari banyak hal dasar mengenai seni tari seperti tektik dasar tari dan olah tubuh.

Aksiologi

Aksiologi mempertanyakan untuk apa manusia menggunakan ilmunya. Akan banyak sekali pendapat mengenai apa fungsi dari seni. Secara umum, fungsi individual seni terbagi menjadi dua yaitu fungsi fisik (dipakai langsung seperti meja, kursi, dll) dan fungsi emosional (berhubungan dengan ekspresi seniman seperti patung, lukisan, dll).