Asbabul Nuzul (QS. At-Taubah 34)

 Asbabul Nuzul (QS. At-Taubah 34)

Mu’awiyah ra. menerangkan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan para pendeta dari kalangan Ahli Kitab. Mereka mengambil suap berupa makanan dari masyarakat awam. Sedangkan pengujung ayat ini diturunkan berkenaan engan Ahli Kitab dan kaum Muslim yang menimbun harta mereka. (HR. Bukhari).[9]

2.2.5        Munasabah

Pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani menganggap pemimpin-pemimpin dan pendeta-pendeta mereka sebagai dewa, padahal mereka diperintahkan untuk tidak menyembah selain Allah. Orang Yahudi menganggap Uzair sebagai anak Allah. Demikian pula dengan orang Nasrani menganggap Isa Al-Masih sebagai anak Allah. Ayat ini menerangkan pula bahwa pemimpin  mereka mempunyai sifat tamak dan mau mengambil harta orang lain secara batil di samping mereka sangat kikir dan suka menimbun harta.

2.2.6        Tafsir

Pada ayat 34 surah at-taubah menjelaskan bahwa kebanyakan pemimpin dan pendeta orang Yahudi dan Nasrani telah dipengaruhi oleh cinta harta dan pangkat. Oleh karena itu mereka tidak segan-segan menguasai harta orang lain dengan jalan yang tidak benar dan dengan terang-terangan menghalang-halangi manusia beriman kepada agama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. Sebab kalau mereka membiarkan pengikut mereka membenarkan dan menerima dakwah islam tentulah mereka membiarkan tidak dapat bersikap sewenang-wenang terhadap mereka dan hilanglah pengaruh dan kedudukan yang mereka nikmati. Pemimpin-pemimpin dan pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani itu telah melakukan berrbagai cara untuk mengambil harta orang lain, diantaranya :

Sumber :

https://callcenters.id/