Aspek Perkembangan Intelektual (Kecerdasan/Kognitif)

Aspek Perkembangan Intelektual (Kecerdasan/Kognitif)

Dalam aspek ini, diawali dengan perkembangan kemampuan mengamati, melihat hubungan dan memecahkan masalah sederhana. Kemudian berkembang ke arah pemahaman dan pemecahan masalah yang lebih rumit. Aspek ini berkembang pesat pada masa anak mulai masuk sekolah dasar (usia 6-7 tahun). Berkembang konstan selama masa belajar dan mencapai puncaknya pada masa sekolah menengah atas (usia 16-17 tahun).[15]

Adapun menurut Piaget berpendapat bahwa perkembangan kognitif bagi anak dibagi menjadi dalam 4 fase yaitu:

a) Fase sensori Motor, yaitu rentang usia 0-2 tahun. Pada rentang usia tersebut, anak berinteraksi dengan dunia sekitar melalui panca indra. Dimulai dari gerakan reflex yang dimiliki sejak lahir, menghisap, menggenggam, melihat, melempar hingga pada akhir usia 2 tahun anak sudah dapat menggunakan satu benda dengan tujuan berbeda. Dapat berfikir kompleks seperti bagaimana cara untuk mendapatkan suatu benda yang diinginkan dan melakukan apa yang diinginkannya dengan benda tersebut.
b) Fase Pra Operasional, yaitu pada rentang usia 2-7 tahun. Fase ini merupakan masa permulaan anak untuk membangun kemampuannya dalam menyusun pikirannya. Oleh sebab itu, cara berpikir anak belum stabil dan belum terorganisir secara baik.[16] Dalam masa ini, imajinasi anak juga mulai berkembang sehingga mereka sering melakukan imitasi atau meniru perilaku orang lain dengan menggunakan benda-benda di lingkup sekitarnya sebagai hal-hal lain yang mereka kenal dalam ruang lingkup yang lebih luas.[17] Fase ini dibagi menjadi 3 sub fase berpikir:
· Berpikir secara simbolik (2-4 tahun),yaitu kemampuan berpikir tentang objek dan peristiwa secara abstrak.Anak sudah dapat menggambarkan objek yang tidak ada dihadapannya.
· Befikir secara egosentris (2-4 tahun), anak melihat dunia dengan perspektifnya sendiri, menilai benar/tidak berdasarkan sudut pandang sendiri, sehingga anak belum dapat meletakkan cara pandangnya dari sudut pandang orang lain.
· Berfikir secara intuitif (4-7 tahun), yaitu kemampuan anak untuk menciptakan sesuatu (menggambar/menyusun balok), tetapi tidak mengetahui alasan pasti mengapa melakukan hal tersebut. Pada usia ini anak sudah dapat mengklasifikasikan objek sesuai dengan kelompoknya.
c) Fase Operasi Konkret (7-12 tahun), anak sudah punya kemampuan berfikir secara logis dengan syarat objek yang menjadi sumber berfikir tersebut hadir secara konkret. Anak dapat mengklasifikasikan objek, mengurutkan benda sesuai dengan tata urutannya, memahami cara pandang orang lain dan berfikir secara deduktif.
d) Fase Operasi Formal (12 tahun), anak dapat berfikir secara abstrak seperti kemampuan mengemukakan ide-ide, memprediksi kejadian yang akan terjadi, melakukan proses berfikir ilmiah yaitu mengemukakan hipotesis dan menentukan cara untuk membuktikan kebenaran hipotesis tersebut.

Sumber: https://bobhenneman.info/blackberry-keyone-hadir-di-indonesia/