Bermacam-Macam Psikologi Kepribadian

Bermacam-Macam Psikologi Kepribadian

Bermacam-Macam Psikologi Kepribadian

Ada bermacam-macam kategori yang dapat dipergunakan

untuk pengolong-golongan itu. Antara lain dapat dikemukakan seperti berikut:

  1. Atas dasar jalan yang ditempuh atau metode yang dipergunakan dalam menyusun sesuatu teori dalam psikologi kepribadian itu, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
  2. Teori-teori yang disusun atas dasar pemikiran spekulatif, seperti misalnya teori-teori plato, Kant, ahli-ahli dari aliran Neo-kantianisme, Bahnsen, Queyrat, Malapert, dan lain-lainnya lagi.
  3. Teori-teori yang disusun atas dasar data-data dari hasil penyelidikan emperis atau eksprimental, seperi teori-teori Heymans, Freud, Jung, Adler, Eysenck,Rogers, dan lain-lain.
  4. Atas dasar komponen kepribadian yang dipakai sebagai landasan atau titik tolak dalam penyusunan perumusan-perumusan teoritis, dapat kita ketemukan adanya:
  5. Teori-teori konstitusional, seperti misalnya teori-teori rmazhab Prancis, Kretschmer, Sheldon, dan lain-lain.
  6. Teori-teori temperanment, seperti misalnya teori-teori Kant, Meumann, Enselhant, Heymants, Ewald, dan lain-lain.

Ahli-ahli yang menempuh cara pendekatan yang berbeda itu sebenarnya berangkat daru titik yang boleh sama tetapi memakai tekhnik yang lain; mereka berangkar dari pandangan bahwa kepribadian manusia itu variasinya boleh dikata tak terhingga banyaknya_ sebanyak orangnya, tetapi untuk memahami manusia-manusia yang bermacam-macam itu dibutuhkan tehknik ter tertentu. Para ahli yang berpangkal pada cara pendekatan tipologis  beranggapan, bahwa walaupun variasi kepribadian manusia itu tiada tergingga banyaknya, namun variasi yang banyak itu hanya beralas kepada sejumlah kecil komponen-komponen dasar; dan dengan menemukan komponen-komponen dasar itu dapat dipahami orangnya. Berdasarkan atas dominasi komponen-komponen dasar itulah dilakukan penggolong-golongan manusia ke dalam tipe-tipe tertentu. Karena itu ahli yang menempuh cara pendekatan itu berusaha memahami dan menggambarkan individu-individu sebagaimana adanya.


Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/seva-mobil-bekas/