Budidaya Lengkuas

Budidaya Lengkuas

Jika kita ingin membudidayakan lengkuas, juga tidak terlalu sulit. Pada dasarnya lengkuas menyukai tanah yang gembur, sedikit lembab tetapi tidak tergenang air. Agar pertumbuhannya bagus, sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung, itu akan membuatnya lebih sehat dan produktif. Untuk pembibitan, bisa menggunakan bijinya yang disemai, namun pada umumnya orang lebih senang menggunakan rimpang lengkuas sarana perbanyakan. Jika kita menggunakan rimpangnya sebagai sarana pembibitan, usahakan memilih yang rimpang yang tumbuh paling ujung dari tanaman lengkuas yang sudah cukup tua.

Cara budidaya tanaman lengkuas merah dan lengkuas putih

Untuk memperoleh hasil panen lengkuas yang memadai dan berkualitas tinggi, maka langkah dalam penanaman dan perawatan merupakan faktor penting untuk memenuhi harapan tersebut. Sebab, baik dalam budidaya menanam lengkuas merah dan lengkuas putih, pada dasarnya adalah sama.

Lengkuas Sudah Mempunyai Banyak Rimpan

Berikut ini cara yang harus ditempuh untuk membudidaya tanaman lengkuas merah maupun lengkuas putih. Pastikan Anda membacanya hingga selesai supaya ilmu yang didapatkan pun tidak setengah-setengah. Berikut penjelasannya:

  1. Tahap Pembibitan

Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik,mutu fisiologis (persentase tumbuhan yang tinggi),dan mutu fisik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi yaitu:

  • Bahan bibit diambil langsung dari kebun
  • Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan).
  • Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.
  1. Teknik penyemaian bibit lengkuas berkualitas

Penyemaian pada peti kayu

impang yang baru ditanam dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang selama 1 – 2 hari. Selanjutnya potong bakal bibit tersebut dikemas kedalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tubuh sekitar 1 menit kemudian keringkan.

Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dalam peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian di bagian atasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit tersebut sudah disemai.

Penyemaian pada bedengan

Caranya adalah membuat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit satu ton. Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, dan di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula, demikian seterusnya, sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami.

Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah. Bibit hasil seleksi itu dipatah – patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3 – 5 mata tunas dan beratnya 40 – 60 gram.

RECENT POSTS