Dialog Anak Gadis dan Ayahnya di MRT

Dialog Anak Gadis dan Ayahnya di MRT

Dialog Anak Gadis dan Ayahnya di MRT

Dialog Anak Gadis dan Ayahnya di MRT

Zaman now, banyak orang mengeluh dalam hidup

. Apa saja dikeluhkan. Seakan lupa syukur. Itu bukan karena capek. Tapi karena kurang dialog. Lalu mereka lupa. Bahwa hidup itu memang harus berjuang. Berjuang untuk untuk kehidupan yang lebih baik. Bukan di dunia, tapi sesudah di dunia. Di alam yang gak fana…

Dialog gadis kecil dengan ayahnya. Di perjalanan moda MRT. Seketika

, sang Ayah mengenggam kepala anaknya. Menciumnya sambil tersenyum. Tanda cinta sekalipun tanpa gemuruh.
“Nak, tetaplah jadi dirimu seperti perjalanan kita. Kebaikan itu sederhana Nak, asal kamu mau melakukannya. Karena kebaikan itu tak berbatas. Ia mudah muncul, kapanpun dan dimanapun. Asal kamu mau melakukannya. Itulah kebaikan”

Mungkin, banyak orang sudah lupa. Dialog anak gadis dan ayahnya.

Dialog itu cara sederhana untuk mencairkan suasana. Bahkan untuk mengisi waktu luang sekalipun. Ibarat menonton film. Kadang, daya tarik film itu bukan berasal dari pemainnya. BUkan pula dari alur cerita atau artistiknya. Tapi justru film itu berkesan karena dialog-dialog-nya. Dialog yang pas dan mengena di hati penontonnya. Dialog berkelas yang punya pesan moral merasuk kalbu. Persis seperti rasa yang sedang terbenam di diri si penonton.

 

Baca Juga :