Doa Agar Hati Tenang

Doa dan pikiran yang tenang adalah bacaan yang dikatakan ketika seseorang merasakan kecemasan dalam jiwanya, baik karena ia telah diberhentikan dari pekerjaan, karena situasi ekonomi tidak terlalu baik, atau karena ia selalu mempraktikkan doa itu, jika Tuhan menghendaki, semua Kecemasan dan jantung yang tidak menentu segera dihapus.

Doa dan dzikir kepada Allah adalah ibadah yang sangat besar dan memiliki banyak manfaat dan kebajikan bagi para pelaku di dunia ini dan di akhirat.

Karena itu, seorang Muslim harus menjadi Istiqomah (konstan) ketika ia melipatgandakan doa dan zikir, ketika ia bahagia atau sedih, dalam situasi yang dekat atau ketat dan sehat atau sakit.

Doa yang tenang, yang merupakan doa kepada Tuhan, disertai dengan kerendahan hati, untuk mendapatkan kebaikan dan berkat yang berdiri di sisinya.

Sedangkan sikap khusus “dan Tadharru” dalam menghadapi pencapaian sesuatu yang diminta, karena setiap Muslim selalu diuji dengan berbagai tes, merasakan kesedihan karena sesuatu terjadi pada Anda, seperti kegagalan ujian, pekerjaan yang sulit ditemukan, kehilangan harta benda, kehilangan harta benda Kematian Mempengaruhi Keluarga Anda, Tidak Ada Sahabat dan Bencana Lainnya, Lalu Ada Sebuah Doa yang Diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Doa dan praktik agar hati lengkap, tidak gelisah, sabar dan tulus dengan maknanya
Ini adalah pembacaan doa agar hati tenang dan tidak gelisah

1. Doa untuk hati yang tenang

Doa Agar Hati Tenang

Berlatihlah untuk hati yang tenang

Selain doa-doa yang menenangkan yang disebutkan di atas, latihan-latihan berikut ini akan menenangkan hati dalam menghadapi semua masalah.

1. Masalah dengan kesabaran

Cobalah bersabar ketika mengalami tes atau masalah yang begitu parah sehingga jantung menjadi gelisah, gelisah, dan sebagainya.

Allah telah berfirman dalam Surat Albaqarah ayat 153, “Sesungguhnya, aku dengan orang-orang yang sabar.”

2. Membaca atau mendengarkan ayat-ayat Alquran

Salah satu penangkal penyakit hati adalah membaca ayat-ayat Alquran atau mendengarkan orang-orang yang membaca Al-Quran dengan penuh perhatian.

Membaca atau mendengarkan Alquran dengan hati yang kuat akan membuat pikiran tenang, jiwa akan tenang, pikiran akan segar dan hidup akan terasa damai.

3. Baca surat dari Yasin

Surat Yassin memiliki aura yang bisa menenangkan hati dan pikiran gelisah. Baca surat Yassin dengan sungguh-sungguh setelah doa wajib. Jika Tuhan mau, itu akan menenangkan hatimu.

4. Siapkan doa tengah malam

Doa Tengah Malam akan membuat jiwa kuat dan hati akan menemukan kedamaian di hadapan pencobaan.

Selain itu, shalat Mustajab adalah doa malam, yaitu setelah sholat tengah malam. Setelah doa tengah malam, bacalah doa-doa yang menenangkan yang disebutkan di atas.

5. Tingkatkan Istighfar dan Dzikir kepada Allah

Ada dua praktik dzikir kabel yang diperlukan untuk mencapai kedamaian pikiran dan kedamaian hati, yaitu dzikir “Hasbunallah wa ni’mal wakiil” dan “La haula wala quwata illa billah”.

6. Selalu ingat Tuhan

Ingatlah selalu bahwa Allah menenangkan hati yang kesal.

Apa pun yang menyedihkan hati kita, Tuhan tahu yang terbaik apa yang terbaik untuk kita.

Bukankah Allah bersabda: “La tahzan, innallaha ma ana”. Jangan sedih, karena Allah menyertai kita.

DOA PENENANG HATI 

Berikut ini adalah kumpulan doa yang menenangkan dari Al-Quran dan tradisi yang dapat dipraktikkan. Ini pendek dan mudah diingat.

DOA 1

اللهم انى اعوبذك من جهدالبلاء ودرك الشقاء وسو القضاء و شماتة الاعععت

(Allahumma inni a’uuzubika min jahdil bala, Wa shaqa gelap, Wa suu il qadhaa, Wa shamaamatil a’daa.)

Itu berarti: “Ya Allah, aku mencari perlindungan di dalam kamu dari penderitaan, dari nasib buruk dan dari keberhasilan musuh” – Sahih Bukhari

DOA 2

لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين

(Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minaz zholimin.)

Itu berarti, “Tidak ada tuhan selain kamu (ya Allah). Kemuliaan bagimu, aku benar-benar milik mereka yang menganiaya diri mereka sendiri.” – Surat Al-Anbiya, ayat 87

DOA 3

رب اشرشح لي صدصري ويسر لي أمأري واحلل عقدة من لساني يفهقوا ق

(Rabi Rahli Sadri, Wayassirli Amri, Wahlul Uqdatam Millisani, Yafqahu Qauli.)

Itu berarti, “Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku dadaku, dan mudahkanlah bagiku urusanku, dan lancarkanlah lidahku supaya mereka faham ucapanku.” – Surat Taha ayat 25-28

Sumber : https://waheedbaly.com

Baca Juga :