ISI PERJANJIAN LINGARJATI

ISI PERJANJIAN LINGARJATI

ISI PERJANJIAN LINGARJATI

Isi utama dari perjanjian Linggarjati ini adalah :

1. Belanda mengakui republik Indonesia sebagai otoritas de facto di wilayah Jawa (termasuk Madura) dan Sumatra.
2. Kedua pemerintah akan bekerja sama dalam pembentukan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, demokratis, dan federal, yang terdiri dari seluruh wilayah Hindia Belanda, termasuk Republik Indonesia, Kalimantan (Kalimantan), dan Timur.
3. Pemerintah harus bekerja sama dalam mendirikan Uni Indonesia- Belanda dengan ratu Belanda sebagai kepalanya.
4. Akan dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) selambat-lambatnya pada tanggal 1 Januari 1949.
5. Sepakat untuk menyelesaikan masalah melalui arbitrase di setiap perselisihan yang mungkin timbul dan tidak dapat menyelesaikan sendiri.

Sayangnya perjanjian di atas tidak berlangsung lama dan masing-masing pihak menafsirkan perjanjian sesuai dengan kepentingannya sendiri hingga akhirnya berkembanglah berbagai konflik terbuka antara pemerintah Belanda dan Indonesia.

TEMPAT PERJANJIAN LINGGARJATI

Perjanjian Linggarjati dilaksanakan di gedung Linggajati yang terletak di kaki Gunung Ceremai Kuningan. Negosiasi pertama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Belanda sebelumnya terjadi pada tanggal 10-13 November 1946.

Gedung Linggarjati sendiri terletak sekitar 15 kilometer dari Kota Kuningan dan 20 kilometer dari kota Cirebon dan lebih tepatnya terletak di bawah kaki Gunung Ceremai, di ketinggian 400 mdpl. Lebih tepatnya Gedung Linggarjati berada di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.

Lokasi bangunan sendiri berada di ketinggian 12 meter dari tempat parkir dan di sekitar gedung ini tumbuh berbagai pohon yang sangat rindang, sehingga siapa saja yang datang akan merasakan kesejukan.

Bangunan yang menjadi saksi negosiasi antara Indonesia dan Belanda ini dibangun pada tahun 1930. Pada awalnya bangunan tersebut adalah tempat tinggal Van Ost Dome kemudian pada tahun 1935 dikontrak oleh Heiker asal Belanda dan dibuatlah menjadi sebuah hotel yang diberi nama Rustoord hotel.

Namun kemudian pada tahun 1942 ketika Jepang menjajah Indonesia, Gedung Linggarjati berganti nama menjadi Hokay Ryokan Hotel. Hingga kemudian Indonesia berhasil merdeka dan pada tahun 1945 hotel itu diberi nama Hotel Merdeka dan tahun 1946 bangunan itu kembali menjadi sebuah gedung dan diberi nama Linggarjati.

Gedung Linggarjati ini memiliki 11 kamar, satu kamar untuk Lord Killearn wakil dari Inggris untuk menjadi perantara perjanjinan. Ruang perjanjian berada di tengah, terdiri dari 3 meja dan 9 kursi. Di sudut ruangan ada kursi dan meja perjanjian.


Sumber: https://www.r9racinggeneration.co.id/transport-tycoon-apk/