Istilah Dalam Bulutangkis

Istilah Dalam Bulutangkis

Istilah Dalam Bulutangkis

Istilah Dalam Bulutangkis

Alley :

Area yang berukuran 1,5 kaki disebelah kiri dan kanan lapangan bulutangkis untuk permainan

Atack : Posisi dalam sedang melakukan pukulan serangan. 
Backhand : Pukulan yang dilepaskan dengan posisi dada menghadap kebelakang dan punggung tangan menghadap ke depan. Pukulan ini menjadi trandmark dari Taufik Hidayat.
Backhand Smash : Pukulan Backhand yang dilakukan dengan keras dan menukik.
Backhand Dropshot : Pukulan backhand yang pelan dan menjatuhkan shutllecock di dekat net lawan.
Back Alley : Area antar garis batas belakang dengan garis service panjang untuk permainan double.
Backcourt : Area lapangan yang berada di garis batas belakang.
Balk atau Feint : Setiap gerakan tipuan yang mengecoh lawan sebelum atau selama service.
Baseline  : Garis batas belakang di akhir lapangan, sejajar dengan net.
Carry atau  thow : Taktik yang tidak sah dimana pemain melempar raket selama melakukan pukulan.

Center or Base Position :

Posisi tengah lapangan untuk pemain tunggal untuk kembali setiap pengembalian shuttlecock.

Center Line  : Garis tengah yang membagi lapangan menjadi dua bagian service kiri dan kanan.
Clear : Pukulan tepat dan jitu di garis batas belakang lawan.
Court : Lapangan badminton yang dibatasi garis batas luar.
Cross Backhand : Pukulan backhand silang.
Cross Dropshot : Pukulan pelan silang yang pelan cepat didepan net lawan.
Deuce : Posisi angka sama saat kedudukan seharusnya pada posisi set point atau game point sehingga harus mencari selisih 2 point lagi.
Cross Smash : Pukulan yang keras dan cepat dengan arah silang.
Defence : Posisi bertahan untuk mengembalikan serangan dari lawan.
Double : Sebuah pertandingan di mana ada dua pemain di masing-masing sisi yang berlawanan.
Drive : Pukulan cepat dan rendah yang membuat shuttlecock meluncur horisontal diatas net.
Drop atau dropshot : Pukulan pelan shuttlecock yang jatuh cepat didepan net lawan.

Fault :

Kesalahan aturan main, baik melakukan service, penerimaan atau selama permainan.

Forecourt : Area lapangan depan, antara net dan garis service pendek.
Game Point : Angka terakhir yang diperlukan oleh satu pemain untuk menyelesaikan satu pertandingan.
Hairpin Net Shot : Pukulan bawah dan sangat dekat dengan net pada saat shuttlecock naik, dan jatuh tepat dilapangan lawan.
Halfcourt Shot : Pukulan rendah di tengah lapangan, efektif digunakan untuk permainan double melawan formasi up-and-back.
Jumping Backhand Smash : Pukulan backhand sambil melompat. Pukulan yang jarang dilakukan oleh pemain manapun kecuali Taufik Hidayat.
Jumping Smash : Pukulan Smash keras yang dilakukan sambil melompat tinggi. Pukulan ini menjadi ciri khas Liem Swe King dan Hariyanto Arbi.
Jumping Dropshot : Pukulan Dropshot yang dilakukan sambil melompat.
Kill atau putaway : Pukulan cepat dan rendah yang tidak dapat dikembalikan oleh lawan.
Let : Pemberhentian sah selama permainan yang mengizinkan permainan diulangi.
Linesmen : Hakim garis yang bertugas menyatakan apakah shuttlecock jatuh di dalam atau di luar lapangan.
Long Service Line : Garis batas belakang dalam permainan single. Garis 2,5 kaki di dalam garis belakang dalam permainan double, dimana serving tidak boleh melewati garis ini.
Match : Kontes dasar dalam Bulutangkis antara sisi yang berlawanan masing-masing satu atau dua pemain.
Match Point : Angka terakhir yang telah didapatkan oleh salah satu pemain atau pasangan pemain untuk memenangi satu pertandingan.

Midcourt :

Sepertiga dari lapangan, setengah antara net dan garis batas belakang.

Net Shot : pukulan didepan net yang jatuh cepat dilapangan lawan.
Overhead : Pukulan kepada shuttlecock yang dilakukan dengan posisi raket berada di atas kepala. Lin Dan Tercatat sebagai pemain yang ahli dalam pukulan ini.
Player : Setiap orang bermain Bulutangkis.
Push Shot : pukulan pelan dengan mendorong shuttlecock dengan gerakan pergelangan tangan, biasanya dari net atau tengah lapangan ke tengah lapangan lawan.
Rally : Sebuah urutan satu atau lebih stroke dimulai dengan layanan ini, sampai permainan  berhenti dan menghasilkan point.
Receiving side : Sisi yang berlawanan sisi melayani servis.
Rubber Set : Keadaan ketika skor set masing- masing seri, maka dilakukan set ke 3 sebagai penentuan set.
Service : Pukulan pertama dalam setiap memulai rally untuk mencari point.
Serving side : Sisi memiliki hak untuk servis.
Service Return : Pukulan bermaksud untuk pengembalian service.
Service Judge : Hakim keabsahan servis pemain, duduk dikursi di seberang lapang chair umpire.
Set Point : Berakhirnya sebuat set atau 1 kali permainan.
Shuttelcock : Bola yang dipakai dalam permainan bulutangkis.
Straight Set : Pertandingan yang langsung selesai dalam dua set langsung.
Smash : Pukulah Forehand yang keras dan cepat.
Single : Sebuah pertandingan di mana ada satu pemain di masing-masing sisi yang berlawanan.
Stroke : Gerakan raket pemain dengan niat untuk memukul shuttle.
double.

Trickshot :

Pukulan tipuan untuk mengecoh lawan. Peter Gade sering menggunakan teknik ini untuk menipu lawan.

Baca Juga :