Jenis dan Sumber Bahan Hukum

Jenis dan Sumber Bahan Hukum

Bahan-bahan hukum yang diperlukan dalam penelitian ini, bersurnber dari :

  1. Bahan hukum primer yaitu bahan hukum yang terdiri peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan eksekusi atas tanah yang masih dalam proses Peninjauan. Kembali, yaitu :

1)     UUD 1945

2)     Ketetapan MPR Nomor IX / MPR / 2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam

3)     Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW)

4)     H1R / RBg

5)     Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

  1. Bahan hukum sekunder yaitu bahan yang diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan, yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer, yang terdiri dari bahan kepustakaan yang terdiri dari: buku, basil penelitian, makalah dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan eksekusi atas tanah yang masih dalam proses Peninjauan Kembali dan konsekuensi dikabulkannya permohonan Peninjauan Kembali.
  2. Bahan Hukum Tersier, yaitu bahan hukum penunjang, yang mencakup bahan-bahan yang memberikan petunjuk ataupun penjelasan terhadap hukum primer clan sekunder yaitu : Kamus Bahasa Indonesia. dan Kamus Hukum
  3. Prosedur dan Teknik Pengumpulan Bahan Hukum

Bahan hukum primer sebelum dianalisis disusun sesuai hirarkhi dari yang paling tinggi derajat hingga yang paling rendah. Sedangkan bahan hukum sekunder dan terrier dikumpulkan sesuai dengan pokok pembahasan dengan menggunakan sistem kartu (card system).

  1. Pengolahan dan Anaisis Bahan Hukum

Pada penelitian hukum normatif, pengolahan bahan hukum pada hakikatnya merupakan kegiatan untuk mengadakan sistematisasi bahan-­bahan hukum tertulis dan kemudian dianalisis secara kualitatif,[11] dengan langkah berpikir secara teratur dan sistematis guna memberikan jawaban atas permasalahan yang diteliti, yaitu eksekusi atas tanah yang masih dalam proses peninjauan kembali dan konsekuensi dikabulkannya permohonan Peninjauan Kembali.