Jenis Degradasi Tanah

Jenis Degradasi Tanah

 

Tanah adalah bagian benda alami heterogen yang terdiri dari fase padat, cair, dan gas serta mempunyai sifat yang dinamik. Sehingga tanah dan air merupakan sumber alam yang menyokong kehidupan mahluk di bumi termasuk manusia.

Akan tetapi tanah dan air ini mudah mengalami kerusakan atau degradasi, yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain hilangnya unsur hara, penjenuhan tanah oleh air dan erosi.

Menurut Roni (2015) menyatakan bahwa degradasi tanah di Indonesia yang paling dominan adalah erosi. Adapun jenis degradasi yang lain seperti pencemaran kimiawi, kebakaran hutan, aktivitas penambangan dan industri.

1. Erosi Tanah

Erosi adalah suatu proses dimana tanah dihancurkan dan kemudian dipeindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angin, dan gravitasi (Haerdjowigeno, 1995). Sehingga erosi terjadi akibat adanya interaksi dari faktor iklim, tanah, topografi, vegetasi dan aktifitas manusia terhadap sumber daya alam.

Erosi dibagi menjadi dua macam, yaitu erosi geologi dan erosi dipercepat. Erosi geologi merupakan erosi yang sistem kerjanya lambat dengan jumlah tanah yang tererosi sama dengan jumlah tanah yang terbentuk, sehingga erosi ini tidak berbahaya karena terjadi dalam keseimbangan alami.

Erosi dipercepat merupakan erosi yang sistem kerjanya cepat akibat adanya pengaruh kegiatan manusia yang menganggu keseimbangan alam dan jumlah tanahnya yang tererosi lebih banyak daripada tanah yang terbentuk, sehingga tanah dipermukaan menjadi hilang.

2. Pencemaran Tanah dan Kebakaran Tanah

Jenis ini berhubungan dengan penurunan kualitas akibat penggunaan bahan agrokimia, yang meninggalkan residu zat kimia dalam tanah atau pada bagian tanaman seperti buah, daun, dan umbi.

Bahan-bahan kimia yang sering menimbulkan pencemaran tanah antara lain adalah Na, NH4, SO4, Fe, Al, Mn, Co, dan Ni (Tim peneliti baku mutu tanah, 2000).

3. Banjir, Longsor, dan Konversi Lahan

Faktor ini berhubungan dengan proses timbulnya kerusakan pada lahan pertanian baik di lokasi kejadian maupun areal yang tertimbun longsiran tanah dan antara kedua tempat tersebut.

Konversi lahan ke penggunaan nonpertanian dapat menyebabkan degradasi lahan pertanian tergolong menurun dan bahkan menghilangkan produktifitas pertanian.