Kemenkes RI Investigasi KLB Demam Berdarah di Ponorogo

Kemenkes RI Investigasi KLB Demam Berdarah di Ponorogo

Kemenkes RI Investigasi KLB Demam Berdarah di Ponorogo

Kemenkes RI Investigasi KLB Demam Berdarah di Ponorogo

Status Kejadian Luar Biasa ( KLB) demam berdarah dengue (DBD) di Ponorogo membuat Dirjen

Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirimkan utusan. Kedatangan tim Kemenkes untuk melakukan investigasi fakta terkait KLB DBD di Bumi Reyog.

Tim investigasi terjun ke beberapa rumah sakit. Salah satunya RSUD Dr. Harjono. Mereka kaget melihat banyaknya pasien DBD yang membludak. Apalagi banyak pasien yang dirawat di lorong Ruang Delima rumah sakit yang beralamat di kelurahan Paju Ponorogo tersebut. Sebab ruang khusus anak itu penuh. Dan meluber ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

Namun demikian Kabid Pelayanan Medik RSUD Dr. Hardjono, Dr. Siti Nurfaidah

yang mendampingi tim mengatakan ada beberapa hal yang disoroti. ‘’Jadi ini untuk cek dan ricek tentang DBD yang saat ini sudah ditetapkan sebagai KLB,’’ kata Siti, Sabtu (9/2/2019).
Baca Juga:

Cegah Penyebaran DBD, SP dan Minarak Brantas Gas Gelar Fogging
Usir Nyamuk, Bunga Rosmarin dan Lavender Banyak Dicari
Ning Lucy Apresiasi Kader Jumantik Bentukan Risma
Dinkes Minta Masyarakat Waspadai Fogging Liar
Penderita DBD Membludak, RSUD Ibnu Sina Tambah Ekstra Bed

Dia menjelaskan tim investigasi melakukan pengecekan jumlah pasien yang ada di rumah sakit milik

Pemkab Ponorogo tersebut. Karena sebelumnya beredar simpang siur data. Dengan turun langsung, tim itu mengetahui fakta kondisi di lapangam tentang KLB DBD di Ponorogo ini. Selain itu, mereka juga mencatat masalah penanganan KLB. ‘’Jika ada masalah kami diminta untuk mengajukan permohonan melalui dinkes setempat kemudian diteruskan ke provinsi dan pusat,’’ pungkasnya.

Kabupaten Ponorogo merupakan satu-satunya wilayah yang berstatus sebagai KLB di Jawa Timur. Kabupaten lain seperti Kediri, Tulungagung yang penderita DBD lebih tinggi, belum menyatakan KLB. Saat tim Kemenkes itu rampung melakukan investigasi, mereka enggan memberikan komentar.

 

Baca Juga :