Kerajaan Maroko adalah negara anggota PBB

PETA DAN SEJARAH MAROKO

Negara Maroko

Maroko adalah sebuah negara kerajaan yang terletak di benua Afika bagian Utara. Negara yang secara astronomis berada diantara 27°-36°LU dan 1°-14°BB ini berbatasan darat dengan Aljazair disebelah timur dan selatannya sedangkan di sebelah barat dayanya berbatasan Sahara Barat. Sebelah utara Maroko adalah selat Gibraltar yang memisahkannya dengan Spanyol dan daratan Eropa sedangkan di sebelah Baratnya adalah Samudera Atlantik. Negara yang memiliki nama lengkap Kerajaan Maroko ini mengakui wilayah Sahara Barat sebagai salah satu Provinsinya sejak tahun 1975, namun sebagian besar negara di dunia Internasional ini tidak mengakui pengakuan ini.
Dalam sejarahnya, Spanyol mulai menduduki Maroko utara pada tahun 1860 hingga sepenuhnya menjadi negara protektorat Spanyol dari tahun 1912. Perjuangan kemerdekaan Maroko berhasil pada tanggal 2 Maret 1956, Raja Mohammed V yaitu kakek raja saat ini naik tahta sebagai raja pertama setelah kemerdekaan dari Spanyol ini. Ibukota Kerajaan Maroko adalah Kota Rabat.
Pada tahun 2011, Maroko mulai mengadopsi sistem pemerintahan Monarki Konstitusional Parlementer dan menyelenggarakan pemilihan umum langsung pada tahun 2015. Kepala Negara Maroko adalah Raja yang saat ini dijabat oleh Raja Mohammed VI sedangkan kepala pemerintahannya adalah Perdana Menteri yang saat ini dijabat oleh Saad-Eddine al-Othmani (sejak 17 Maret 2017). Perdana Menteri Maroko diangkat oleh Raja yang pada dasarnya adalah pemimpin partai terbesar yang menang pada pemilihan umum legislatif.
Luas wilayah Maroko adalah sebesar 446.550km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 33.986.655 jiwa (berdasarkan estimasi Juli 2017 dan tidak termasuk wilayah Sahara Barat). Mayoritas penduduknya adalah Arab-Berber yang beragama Islam. Berbeda dengan negara-negara tetangganya yang berada di benua Eropa, Maroko merupakan negara yang kebudayaanya adalah campuran antara bangsa Eropa, bangsa Arab dan bangsa Berber. Bahasa resmi negara Maroko adalah Bahasa Arab.
Di bidang perekonomian, Maroko memanfaatkan kedekatan wilayahnya dengan benua Eropa dan biaya tenaga kerja yang relatif rendah untuk menuju pembangunan ekonomi yang beragam, terbuka dan orientasi pasar. Sektor utama ekonominya adalah pertanian, pariwisata, aerospace, otomotif, fosfat, tekstil dan pakaian jadi. Maroko meningkatkan infrastrukturnya di pelabuhan, transportasi dan infrastruktur industri lainnya untuk memposisikan dirinya sebagai pusat bisnis di seluruh benua Afrika. Maroko juga mengadakan perjanjian perdagangan bebas bilateral dengan Amerika Serikat pada tahun 2006, perjanjian status advance dengan Uni Eropa pada tahun 2008. Pada tahun 2014, Kerajaan Maroko menghapus subsidi untuk bahan bakar seperti bensin dan solar sehingga mengurangi pengeluaran yang membebani anggaran negara.
Meskipun memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi (sekitar 4,8% pada tahun 2017), Maroko masih mengalami tingkat pengangguran yang tinggi, tingkat buta huruf yang tinggi dan kemiskinan terutama di daerah-daerah pendesaan. Pendapatan Domestik Bruto Maroko adalah sebesar US$300,1 miliar dengan pendapatan perkapita sekitar US$8.600,-. Sekitar 15% populasinya masih berada dibawah angka kemiskinan. Maroko merupakan negara dengan ekonomi terbesar kelima di benua Afrika.
Di hubunga luar negeri, Kerajaan Maroko adalah negara anggota PBB dan juga negara anggota lembaga-lembaga dibawah PBB seperti WHO, FAO, UNESCO, ILO, IMF, WTO dan ITU. Selain itu, Maroko juga bergabung sebagai negara anggota Uni Afrika, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Liga Arab.


Sumber: https://ngegas.com/