Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin di Jabar Tergolong Sedang

Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin di Jabar Tergolong Sedang

Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin di Jabar Tergolong Sedang

Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin di Jabar Tergolong Sedang

BANDUNG-Salah satu ukuran ketimpangan yang sering digunakan adalah Gini Ratio.

Nilai Gini Ratio berkisar diantara 0-1. Semakin tinggi nilai Gini Ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi.

Di Provinsi Jawa Barat, Gini Ratio mengalami fluktuasi pada periode Maret 2015 – Maret 2018. Pada Maret 2015, Gini Ratio sebesar 0,415 kemudian meningkat menjadi 0,426 pada September 2015.

Pada Maret – September 2016, nilai Gini Ratio mengalami penurunan. Pada Maret 2017

mengalami sedikit kenaikan menjadi 0,403 dan pada September 2017 menurun menjadi 0,393. Kemudian pada Maret 2018 kembali mengalami kenaikan menjadi 0,407.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,418. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan kondisi September 2017.

Untuk daerah perdesaan, Gini Ratio Maret 2018 tercatat sebesar 0,322. Angka ini mengalami  penurunan 0,004 poin dibandingkan pada kondisi September 2017 yang mencapai 0,326.

“Nilai Gini Ratio mengalami kenaikan yakni dari 0,393 menjadi 0,407.

Namun jika dilihat berdasarkan wilayah, nilai Gini Ratio di daerah perkotaan yang mengalami kenaikan menjadi 0,418 dari 0,399 pada periode sebelumnya, sementara di daerah perdesaan justru terjadi sedikit penurunan dari 0,326 menjadi 0,322,” jelas Kepala BPS Jabar Doddi Herlando di kantornya, Senin (16/7).

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/buku-tentang-tumbuhan-paku/