Komponen Materi Pada Kurikulum

Komponen Materi Pada Kurikulum

Komponen Materi Pada Kurikulum

  • Jenjang pendidikan

Jenjang pendidiakan formal terdiri dari pendidikan dasar (sekolah dasar dan sekolah menengah pertama), sekolah menengah dan pendidikan tinggi. Sementara jenis pendidikan terdiri dari: pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan, pendidikan profesi dan pendidikan khusus (UU-RI No. 20 tahun 2003, pasal 14, 15).


Pengembangan kurikulum harus disesuaikan dengan jenjang dan jenis pendidikan, dalam arti penetapan batas-batas cakupan dan kedalaman materi pelajaran yang sesuai untuk jenjang dan jenis pendidikan.


  • Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan (dalam arti jamak) sangat banyak ragam dan jumlahnya serta dikelompok-kelompokkan dalam sejumlah disiplin ilmu. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pengetahuan tentang struktur disiplin ilmu diperlukan dalam pemilihan mata pelajaran yang wajib/layak diberikan dalam bidang studi dan jenjang pendidikan tertentu.


  • Stuktur ilmu

Pemahaman atas hierarki struktur ilmu diperlukan untuk mengatur urutan pembelajaran sehingga tidak terjadi tumpang tindih (overlapping) dan pengulangan yang menyebabkan tidak efisiensinya proses pembelajaran. Pemahaman atas srtuktur ilmu akan memudahkan pendidik penyiapkan satuan acara pembelajaran (SAP) jika hendak mengunakan salah satu model-model pembelajaran, misalnya modelĀ advance organizer.


  • Kebermakanaan

Ausubel dan Robinsen (1967: 50-72) mengemukakan bahwa, pemilihan materi pelajaran tidak boleh dilakukan sembaranagan. Pemilihan materi harus diarahkan pada terjadinya proses belajar yang bermakna (meaningfull learning). Pemilihan materi pelajaran harus memilki makna yang logis (logical meaningfullniess) dalam arti memiliki keterhubungan (relatability) dengan struktur hipotetik dari peserta didik.


Untuk memenuhi syarat berhubungan itu materi pelajaran harus memenuhi dua syarat mutu, yakni: memilki makna tunggal (substanveness) dan dipilih secara sembarangan (nonarbitrary).


Pemahaman atas struktur ilmu dan syarat kebermakanaan materi pelajaran perlu dikaitkan dengan pengetahuan tentang terbentuknya struktur kognitif. Struktur kognitif terbentuk dari dua sumber, yakni: sumebr formal dan nonformal. Sumber formal adalah materi pelajaran yang yang berasal dari kurikulum formal, sedangkan sumber nonformal adalah objek-objek dan informasi yang diperoleh dari lingkungan hidup, baik melalaui pergaulan maupun tayangan media massa (cetak dan elektronik).


Ausubel dan Robinson (1969: 51) mendefinisikan struktur kognitif sebagaiĀ present knowledge which consist of the fact, concept, proposition, theories, amd row perceptual data that the learner has available to him at any point in time.


Sumber: https://avemar.co.id/isoland-2-apk/