Kualifikasi Sumber Dayi Insani Bank Syariah

Kualifikasi Sumber Dayi Insani Bank Syariah

Lembaga keuangan syari’ah khususnya bank syari’ah adalah lembaga yang cukup unik, sebab di dalamnya melibatkan orang-orang yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang bukan saja ahli dalam bidang ekonomi, keuangan dan perbankan, namun mereka harus memiliki kualifikasi dan kompetensi syari’ah. Dua sisi kualifikasi dan kompetensi ini dipadukan secara integral. Oleh karena itu, seorang sumber daya insani bank syari’ah harus selalu mengembangkan hal tersebut.

Kualifikasi Sumber Dayi Insani Bank Syariah

Keahlian seseorang dalam bidang keuangan syari’ah akan terbangun secara baik yang memenuhi kriteria jika ditemukan satu diantaranya tiga tipa SDM berikut:

  1. Spesialis ilmu syari’ah yang memahami ilmu ekonomi (termasuk ahli tipe A)
  2. Spesialis ilmu ekonomi yang mengenal syari’ah (termasuk tipe B)
  3. Mereka yang memiliki keahlian dalam syari’ah maupun ilmu ekonomi (termasuk akhli tipe C).

Ahli tipe A diharapkan memberikan kontribusi terhadap aspek normatif dalam area Sistem Ekonomi Islam (Lembaga Keuangan Syari’ah), dengan menentukan prinsip Islam dibidang Ekonomi, serta menjawab persoalan-persoalan  modern dalam sistem ekonomi (lembaga keuangan).

Tipe B lebih diharapkan bisa melakukan analisis ekonomi positif terhadap operasionalisasi sistem ekonomi islam (lembaga keuangan syari’ah). Tipe C inilah yang sebenarnya diharapkan, tetapi beberapa banyak manusia yang memiliki keahlian ganda? Barangkali jika ada adalah satu dalam seribu.

Ketiga ahli tersebut inilah yang diharapkan selalu mempelajari statement-statement dan presumsi-presumsi  positif dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Disamping itu juga, melakukan kegiatan penelitian yang mengungkap statement  ekonomi (keuangan syari’ah ) yang dilakukan oleh para pemikir muslim sepanjang masa. Ini berarti bahwa pemikir Muslim masa lalu telah menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bersifat normatif dan positif.

Dengan ini dapat dikatakan, bahwa secara ideal lembaga keuangan syari’ah ke depan akan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang ihsan, yaitu:

  1. Bagi pemegang saham/investor

Diperlukan sikap dan perilaku yang fokus dalam memahami dan menetapkan pilihan pada lembaga keuangan syari’ah, termasuk jenis banknya, mengerti akan waktu yang tepat untuk menginvestasikan dan/atau menambah modal dilembaga keuangan syari’ah serta profesional dalam memahami batas-batas baik wewenang dan kewajiban atau tanggung jawabnya sebagai pemilik modal.

  1. Bagi pengelola lembaga keuangan syari’ah

Adalah fokus dalam menyesuaikan perkembangan lingkungan dan pasar yang mempengaruhi roda usaha lembaga keuangan syari’ah, menghargai waktu sebagai unsur pelayanan  jasa lembaga keuangan syari’ah serta mempunyai kemampuan teknis ke lembaga keuangan syari’ah yang tinggi dan komitmen moral etis dalam menjaga kepentingan stake-holders.     

Upaya membangun SDM lembaga keuangan syari’ah yang ihsan, atau SDM Tipe C dimasa yang akan datang adalah tugas yang sangat berat. Tugas ini seharusnya dilakukan bersama, baik oleh pemerintah maupun oleh kalangan profesi para pelaku bisnis lembaga keuangan syari’ah, serta dunia pendidikan. Dengan demikian, dunia pendidikan harus ikut berperan aktif dan proaktif dalam membentuk dan menyediakan SDM yang berkualifikasi ihsan atau tipe C tersebut.

Dengan memahami  simpul-simpul permasalahan lembaga keuangan syari’ah yang terjadi dewasa ini dan kebijakan-kebijakan yang telah diambil pemerintah serta perkiraan konfigurasi lembaga keuangan syari’ah masa datang, upaya pengelolaan SDM yang dipergunakan untuk memenuhi kualifiaksi yang ihsan, paling tidak perlu difokuskan pada empat hal yaitu:

  1. Masalah peningkatakan pemahaman tentang sistem lembaga keuangan syari’ah, meliputi:
  2. Aspek mikro : Yaitu lembaga keuangan syari’ah sebagai individu/lembaga usaha bisnis. Ini meliputi masalah-masalah teknis manajemen dan produksi jasa lembaga keuangan syari’ah.
  3. Aspek makro :Yaitu perbankan sebagai suatu sistem yang sangat strategis menentukan stabilitas ketahanan ekonomi negara, yang cakupannya meliputi Moneter, Pengawasan, Hukum Bank Syari’ah, Bank Syari’ah Nasional dan Internasional.
  4. Peningkatan pemahaman dan penerapan konsep-konsep syari’ah dalam pengembangan produk, landasan moral agamis, dan etika bisnis Islami.
  5. Peningkatan pemahaman stakeholders, bagi usaha lembaga keuangan syari’ah sehingga dicapai integritas dan komitmen yang tinggi.
  6. Peningkatan pendidikan teknis individual entrepreneurship, leadership, dan managerialship.

sumber :

https://multiply.co.id/ultimate-dog-simulator-apk/