Mahasiswa Undip Kembangkan SRI Roof untuk Manfaatkan Energi Alternatif

Mahasiswa Undip Kembangkan SRI Roof untuk Manfaatkan Energi Alternatif

Mahasiswa Undip Kembangkan SRI Roof untuk Manfaatkan Energi Alternatif

Mahasiswa Undip Kembangkan SRI Roof untuk Manfaatkan Energi Alternatif

Mahasiswa Undip yang tergabung dalam Tim Garuda Inovator membuat inovasi baru guna

memanfaatkan energi alternatif. Tim ini terdiri atas Rifki Rokhanudin (FSM), Abdurrohman Hizbulloh (FEB), Intan Permata (FKM), Fatkhiyatus Sa’adah (FSM). Serta Diina Ul Qoyyima (FKM), Ria Yunwiani (FSM), dan Apriliani Ismi Fauziah (FKM).

Tim ini mengembangkan Sun and Rain Innovation Roof (SRI Roof). Yakni inovasi genting dua musim berbasis Hybrid System Solar Cell dan Piezoelectrik. Keunggulan SRI Roof yakni produksi energi yang bersih dan ramah lingkungan.

Rifki Rokhanudin mengungkapkan, awalnya penelitian ini bertujuan untuk menciptakan inovasi

pemanfaatan energi alternatif. Salah satu cara yang diupayakan adalah mencari sumber energi ramah lingkungan yang tidak menimbulkan polusi serta tidak memberi efek radioaktif.

Energi terbarukan dan ramah lingkungan adalah energi matahari dan energi yang bersumber dari air hujan. Energi matahari didapatkan dengan menggunakan sistem sel surya yang mampu mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik.

Adapun energi yang bersumber dari air hujan didapatkan dengan penggunaan elemen piezoelektric yang berguna untuk mengkonversi tekanan air hujan menjadi energi listrik.

“Kedua teknologi tersebut dapat diaplikasikan pada genteng bangunan pada daerah tropis,

” jelasnya dilansir suaramerdeka.com.

Selain itu, dikatakan SRI Roof juga menunjang penghematan energi. Kemudian juga menjadi sumber energi yang mudah didapatkan hingga akhirnya mengurangi biaya listrik. Teknologi ini turut memperindah rumah, dan berbasis teknologi tepat guna.

Multifungsi

”Perbedaan dengan alat yang sudah pernah ada adalah produk sebelumnya hanya menggunakan solar cell. Sementara, SRI Roof merupakan genting multifungsi dua musim, dengan tambahan piezoelektric, tampilan berbeda yaitu terdapat unsur seni batik mega mendung sehingga lebih bernilai estetika,” jelas Rifki ditulis solopos.com.

Inovasi genting dua musim berbasis Hybrid System Solar Cell dan piezoelectric sebagai penghasil listrik skala rumah tangga. Sistem pembangkit listrik yang terdiri dari dua atau lebih sistem pembangkit dengan sumber energi yang berbeda. Misalnya listrik tenaga surya dipadu dengan listrik tekanan air hujan menjadi SRI Roof.

 

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/lili.ariyanti/2018/01/03/sejarah-berdirinya-candi-borobudur/