Manajemen

Table of Contents

 Manajemen

Manajemen adalah peralatan yang sangat dibutuhkan untuk mengelola perekonomian modern, terutama bagi perekonomian yang mengandalkan mekanisme pasar.Sistem manajemen yang baik, terkadag jauh lebih berguna dibanding barang modal yang banyak, uang yang berlimpah dan teknologi tinggi.[3]

  1. Kredit Perbankan

Perbankan sebagai salah satu fungsi intermediasi, berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi karena dengan adanya kredit bank maka akan membantu pada dana pembangunan dan dunia usaha.

Berdasarkan data bank Indonesia (2005), nilai kredit yang diberikan bank umum sejak tahun 200 hingga tahun 2004 mengalami peningkatkan setiap tahun. Nilai kredik yang diberikan bank umum pada tahun 2000 sebesar Rp. 861.905 miliar dan meningkat setiap tahun menjadi Rp. 1.794.190 miliar pada tahun 2004.[4]

Perkembangan Jumlah Kredit di Indonesia, Tahun 1985-2007

Sumber BPS

  1. Kewirausahaan (Enterpreneurship)

Para pengusaha mempunyai perkiraan yang matang bahwa input yang dikombinasikannya akan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, atau menjadi barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, atau menjadi barang dan jasa, yang akan dibutuhkan masyarakat. Kemampuan mengkombinasikan input ini dapat disebut sebagai kemampuan inovasi. Sejarah perkembangan perekonomian yang telah maju, juga membuktikan betapa besarnya peranan para wirausahawan dalam memajukan perekonomian.

  1. Informasi

Syarat agar pasar berfungsi sebagai alat alokasi daya ekonomi yang efisien adalah adanya informasi yang sempurna dan seimbang (perfect and simetric information).Kegagalan pasar merupakan akibat tidak terpenuhinya asumsi ini.

  1. Ekspor dan Impor

Ekspor dan impor merupakan faktor penting dalam merangsang pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ekspor impor akan memperbesarkan kapasitas konsumsi suatu negara meningkatkan output dunia, serta menyajikan akses ke sumber-sumber daya yang langka dan pasar-pasar internasional yang pontensial untuk berbagi produk ekspor yang mana tanpa produk-produk tersebut, maka negara miskin tidak akan mampu mengembangkan kegiatan dan kehidupan perekonomian nasionalnya.[5]

Nilai ekspor Indonesia Oktober 2008 mencapai US 10,81 miliar atau mengalami penurunan sebesar 11,61 % dibanding ekspor September 2008. Akan tetapi, apabila dibandingkan ekspor Oktober 2007, terjadi peningkatan sebesar 4,92 %. Data tersebut menunjukkan bahwa ekspor kita meningkat dari tahun 2007 sebesar 26,92 %.[6]