Manfaat Dan Bahaya Mandi Air Panas

Manfaat mandi air panas

Seperti yang Anda tahu, ada banyak manfaat dari mandi air panas. Selain membuat Anda lebih sejuk dan mencegah dingin menggigil, berikut beberapa manfaat mandi air panas.

Sirkulasi darah karena panas dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah
Ini melemaskan otot-otot tegang, kaku dan menyakitkan, terutama bagi mereka dengan nyeri otot dan nyeri sendi
Mengurangi stres dan kecemasan karena air panas yang menstimulasi otak untuk menghasilkan hormon oksitosin sehingga terasa lebih bahagia dan lebih positif.
Mencegah insomnia dan gangguan tidur karena mandi air panas sebelum tidur akan membuat tidur lebih damai dan kualitas lebih baik

Bahaya mandi air panas

Mandi dalam air panas dengan durasi yang terlalu lama dan menggunakan air yang terlalu panas akan menghasilkan berbagai efek negatif pada tubuh. Perubahan fisiologis dalam tubuh bahkan dapat menimbulkan konsekuensi serius. Berikut ini adalah beberapa bahaya dari mandi air panas.

1. Kulit kering dan pecah-pecah
Bahkan jika itu membuat Anda nyaman dan menyejukkan, kulit Anda bisa menjadi kering jika Anda mandi dalam air panas terlalu lama. Ini hanya akan terlihat beberapa saat setelah selesai mandi. Karena begitulah adanya? Air panas dapat mengganggu fungsi kelenjar sebasea di kulit. Seperti yang Anda ketahui, kelenjar sebasea kulit bekerja untuk melembabkan kulit. Fungsi kelenjar yang terpotong inilah yang menyebabkan pengeringan kulit dan penampilan yang retak.

2. Luka bakar dan iritasi
Pada dasarnya Anda akan tahu pada suhu berapa air panas dapat ditoleransi. Saat terkena air panas, reseptor pada kulit segera mengirim sinyal ke otak untuk segera melakukan gerakan refleks untuk menghindari air panas. Hal ini menyebabkan luka bakar hampir tidak mungkin ketika mandi air panas. Namun, ini bisa terjadi di beberapa kelompok.

Pertama, kulit terbakar pada anak. Kulit bayi sangat berbeda dari kulit orang dewasa, sehingga akan sangat rentan terhadap banyak hal, entah itu terlalu keras, bahan kimia atau suhu yang terlalu ekstrem. Selain rentan dan sensitif, anak-anak tidak dapat merespon jika suhu yang mereka terima terlalu panas. Ini tentu menyebabkan orang tua tidak tahu bahwa si anak merasa tidak nyaman dengan air panas tersebut.

Kedua, kulit terbakar pada penderita diabetes. Penderita diabetes yang menderita kerusakan saraf atau yang biasa disebut neuropati diabetik mungkin memiliki kemampuan dan kepekaan untuk merasakan penurunan panas dibandingkan dengan orang normal. Jika orang normal sadar dan terlalu panas pada suhu tertentu, penderita diabetes mungkin tidak merasakannya. Tetapi setelah selesai mandi, kulit menjadi merah seolah terbakar.

Baca Juga :