Masalah Mayoritas dan Minoritas Golongan Agama

 Masalah Mayoritas dan Minoritas Golongan Agama Masalah Mayoritas dan Minoritas Golongan Agama

Fenomena konflik sosial mempunyai aneka penyebab. Tetapi dalam masyarakat agama pluralitas penyebab terdekat adalah masalah mayoritas dan minoritas golongan agama.

Di berbagai tempat terjadinya konflik, massa yang mengamuk adalah beragama Islam sebagai kelompok mayoritas; sedangkan kelompok yang ditekan dan mengalami kerugian fisik dan mental adalah orang Kristen yang minoritas di Indonesia. Sehingga nampak kelompok Islam yang mayoritas merasa berkuasa atas daerah yang didiami lebih dari kelompok minoritas yakni orang Kristen. Karena itu, di beberapa tempat orang Kristen sebagai kelompok minoritas sering mengalami kerugian fisik, seperti: pengrusakan dan pembakaran gedung-gedung ibadat.

  1. PENANGGULANGAN KONFLIK ANTAR UMAT BERAGAMA

Konflik antar umat beragama kerap kali terjadi di sekitar kita. Perbedaan, kurangnya toleransi, dan saling menghargai satu sama lain menjadi pemicu utama sebuah konflik sebagaimana yang telah di jelaskan di halaman sebelumnya.

Sebenarnya sudah banyak upaya yang dilakukan potensi  konflik tidak menjadi kasus. Pendekatan struktural pemerintah masih sangat dominan. Sementara upaya dari kelompok masyarakat sendiri belum banyak dilakukan.

Pendekatan struktural TOP-DOWN  dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu :

  1. Kegiatan musyawarah. Musyawarah berguna untuk melakukan pembinaan dan sosialisasi untuk mencapai suatu mufakat ataupun suatu keputusan. Banyak musyawarah yang dilakukan di sekitar kita yang membicarakan tentang kerukunan antar umat beragama namun hal tersebut hanya bersifat wacana belaka tanpa ada tindak  lanjut dalam bentuk nyata.
  2. Melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya konflik antar umat beragama. Cara ini adalah cara yang dilakukan oleh lembaga pemerintah yang terkoordinir dengan baik secara instrumental :
  3. Pembuatan surat keputusan dan perundangan yang mengatur khusus tentang hubungan antar kelompok ataupun antar umat beragama.
  4. Menjadikan pancasila dan nasionalisme sebagai nilai dan norma setiap kelompok umat beragama.

Sumber :

https://okabawes.co.id/indonesia-belajar-dari-china-soal-teknologi-reaktor-pendingin-gas-temperatur-tinggi/