MENGAJARKAN ANAK BERDOA

MENGAJARKAN ANAK BERDOA

Orang tua menjadi model ideal untuk para anak dalam mengasah kepintaran spiritualnya. Baik di dalam maupun di luar rumah, orang tua bisa mulai mengajarkan teknik berdoa melalui pekerjaan doa bareng keluarga dalam rutinitas sehari-hari, mulai dari pekerjaan sederhana laksana sebelum makan, sebelum tidur, dan saat terbit rumah. Jika anak menolak, tidak apa-apa namun orang tua diinginkan secara konsisten melajutkan rutinitas berdoa di depan mereka.

Dengan mengasah kepintaran spiritual anak melewati berdoa bakal memiliki tidak sedikit sekali manfaat, seperti:

1. Anak belajar kontrol diri

Anak belajar guna disiplin memisahkan kapan ketika berdoa dan kapan ketika beraktivitas. Melalui pekerjaan berdoa, anak diajarkan guna beretika sekitar berdoa laksana bersikap tenang, jangan tertawa ketika berdoa, dan menghargai kenyamanan lingkungan.

2. Mengembangkan keterampilan bahasa

Dengan anak belajar suatu doa, anak belajar menyusun kata untuk menyusun sebuah doa, menajamkan kemampuan memori anak, serta belajar mengetahui isi dari doa.

3. Mengasah keterampilan intrapersonal dan interpersonal anak

Selama anak belajar berdoa, anak diajarkan guna mendoakan urusan baik guna dirinya, significant others, serta lingkungan di sekitarnya. Melalui berdoa anak bakal mendapatkan pemahaman nilai-nilai kebajikan supaya menolong anak bersikap pada lingkungan sekitarnya.

Saat anak sukses menghafal dan merealisasikan doa dalam kehidupan sehari-hari, orang tua dapat menyerahkan pujian terhadap proses yang mereka lalui. Dengan begitu anak menjadi lebih percaya diri dan menambah self esteem anak. Mari perlahan-lahan anda ajarkan anak berdoa agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak yang hebat.

Sumber : http://www.zakonia.ru/links/goto?url=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id/