Mengamalkan Nilai-nilai Kejuangan Masa Revolusi

Mengamalkan Nilai-nilai Kejuangan Masa Revolusi

Mengamalkan Nilai-nilai Kejuangan Masa Revolusi
Peristiwa-peristiwa histori yang berjalan didalam perang kemerdekaan, banyak memiliki kandungan nilai-nilai positif sebagai nilai-nilai perjuangan yang penting untuk kamu ketahui. Beberapa nilai perjuangan yang dimaksud pada lain sebagai berikut;

1. Persatuan & Kesatuan
Persatuan & kesatuan adalah nilai yang sangat penting di didalam setiap bentuk perjuangan. Semua organisasi atau kekuatan yang ada, samasekali bersama dengan paham/ideologi atau organisasi yang berbeda, tapi selalu bersatu didalam menghadapi kaum penjajah untuk meraih kemerdekaan. Pada jaman pelucutan senjata pada Jepang, perang melawan Sekutu maupun Belanda, seluruh anggota TNI, beragam anggota kelaskaran & rakyat bersatu padu.

Persatuan & kesatuan selalu jadi jiwa & kekuatan perjuangan. Hal yang lumayan menonjol misaInya pada sementara Belanda menciptakan negara-negara anggota & daerah otonom didalam negara federal. Hal itu tahu memperlihatkan bahwa Belanda berusaha memecah belah bangsa Indonesia. Oleh dikarenakan itu, timbul beragam ada masalah di lingkungan rakyat Indonesia baik secara politis maupun ekonomis. Hal ini disadari benar oleh rakyat Indonesia, supaya banyak yang menuntut untuk lagi ke negara kesatuan. Akhirnya tercapai pada tanggal 17 Desember 1950. Negara kesatuan & nilai persatuan sesuai bersama dengan jiwa bangsa Indonesia.

2. Rela Berkorban & Tanpa Pamrih
Nilai kejuangan bangsa yang sangat menonjol di jaman perang kemerdekaan adalah rela berkorban. Para pemimpin, rakyat, & para pejuang pada kebanyakan sangat rela berkorban tanpa pamrih. Mereka udah mempertaruhkan jiwa & raganya, mengorbankan sementara & harta bendanya, demi perjuangan kemerdekaan. Kita tidak bisa mengkalkulasi berapa para pejuang kami yang gugur di medan juang, berapa orang yang harus menjamin cacat & menderita, akibat perjuangannya. Juga berapa kuantitas harta benda yang dikorbankan demi tegaknya kemerdekaan, seluruh tidak bisa kami perhitungkan.

3. Cinta pada Tanah Air
Rasa cinta pada tanah air merupakan segi pendorong yang sangat kuat bagi para pejuang kami untuk berjuang di medan laga. Timbullah stimulan patriotisme di kalangan para pejuang kami untuk melawan penjajah. Sebagai perwujudan dari rasa cinta tanah air, cinta pada tumpah darahnya maka munculah beragam perlawanan di daerah untuk melawan kekuatan kaum penjajah. Di Sumatra, di Jawa, Bali, Sulawesi & tempat-tempat lain, nampak pergolakan & perlawanan menentang kekuatan asing, demi kemerdekaan tanah airnya.

4. Saling Pengertian & Harga Menghargai
Di didalam perjuangan meraih & mempertahankan kemerdekaan, diperlukan saling pengertian & sikap saling menghargai di pada para pejuang. Sebagai umpama perbedaan pandangan pada pemuda (Syahrir dkk.) bersama dengan Bung Karno-Bung Hatta dari golongan tua, tapi dikarenakan saling pengertian & saling menghargai, maka kesepakatan bisa tercapai. Teks proklamasi bisa diselesaikan & kemerdekaan bisa diproklamasikan, adalah bukti nyata sebuah kekompakan & saling pengertian di pada para tokoh nasional.

Berangkat dari sikap saling pengertian & saling menghargai terhitung bisa memupuk rasa persatuan & menghindarkan perpecahan. Timbullah rasa kebersamaan. Sebagai contoh, tokoh-tokoh Islam yang pernah jadi Panitia Sembilan & PPKI, tahu & menghargai kelompok-kelompok lain, supaya tidak keberatan untuk menghalau kata-kata didalam Piagam Jakarta, ” Ketuhanan bersama dengan mobilisasi syariat Islam bagi para pemeluknya” & diganti bersama dengan ”Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Kelompok sipil lebih utamakan cara diplomasi / perundingan damai, tetapi kaum militer utamakan strategi perjuangan bersenjata. Ternyata berkat saling menghargai, baik perjuangan diplomasi maupun perjuangan bersenjata bisa saling mendukung. Begitu terhitung saat berjalan Agresi Belanda II, para pemimpin sipil inginkan bertahan di pusat ibu kota (sehingga kelanjutannya ditawan Belanda) tetapi kaum militer inginkan ke luar kota untuk melancarkan gerilya. Kaum militer tidak memaksakan kehendaknya supaya kaum sipil turut ke luar kota untuk bergerilya, & begitu sebalikya. Semua ini ada hikmahnya, bahwa perjuangan diplomasi maupun perjuangan bersenjata saling isikan & sama-sama pentingnya.
Nilai-nilai perjuangan seperti persatuan & kesatuan, rela berkorban & tanpa pamrih, cinta tanah air, saling pengertian atau tenggang rasa & harga menghargai, merupakan nilai-nilai yang penting untuk dikembangkan didalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu tidak cuma penting di jaman perjuangan menentang penjajahan, tapi terhitung didalam kegiatan pembangunan sekarang.

Apabila kami tahu & kemudian mengamalkan nilai-nilai tersebut, memperlihatkan adanya kesadaran histori yang tinggi. Setiap orang yang memiliki kesadaran histori semacam itu tentu saja tidak dapat korupsi, tidak dapat memperkaya diri bersama dengan mengorbankan orang lain, tidak dapat sewenang-wenang & tidak dapat menyebarkan isu-isu perpecahan yang cuma untuk kepentingan golongan sendiri. Dengan ini, maka pembangunan demi kemaslahatan umum dapat bisa tercapai.
Sungguh kemerdekaan ini udah ditegakkan bersama dengan seluruh pengorbanan, baik jiwa, raga, & harta, penuh bersama dengan tetesan darah & derai air mata, beratus-ratus ribu jiwa melayang sebagai tumbal demi tegaknya panji-panji NKRI. Mengapa tega dinodai bersama dengan beragam tindak amoral, korupsi, penyalahgunaan wewenang, teror & mengakibatkan kerusakan persatuan & kesatuan bangsa. “Sungguh rendah kesadaran histori bangsaku”.
Simpulan Penting;
Setelah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia masih harus menghadapi perjuangan mempertahankan kemerdekaan & meraih kedaulatan penuh.
Bangsa Indonesia tidak patah stimulan untuk mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan dijalankan bersama dengan cara damai maupun bersenjata.
Perjuangan bangsa Indonesia meraih kedaulatan sukses bersama dengan diperolehnya pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada akhir th. 1949.
Banyak tokoh terlibat didalam sistem perjuangan meraih kedaulatan negara Indonesia. Dengan cara yang berbeda-beda, para tokoh memperlihatkan suri tauladan yang patut ditiru generasi sekarang & yang dapat datang.
Kemerdekaan bukan bermakna perjuangan udah selesai. Perjuangan tidak lebih ringan, tapi justru tambah berat. Walaupun musuh yang dihadapi berbeda bersama dengan jaman penjajahan, tapi perlu tenaga & ongkos yang sangat besar. Pada awal kemerdekaan, bangsa Indonesia masih harus berhadapan bersama dengan suasana politik & ekonomi yang sangat kacau balau. Sistem pemerintahan belum mantap, & suasana keuangan Negara sangat minim.

Demikianlah ulasan tentang “Mengamalkan Nilai-nilai Kejuangan Masa Revolusi, “ yang pada peluang ini bisa dibahas. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat bagi para pembaca ataupun pengunjung. Cukup sekian, kurang/lebihnya mohon maaf & sampai jumpa.

Sumber : https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Baca Juga :