Mengenal Faktor Pendukung dan Penghambat Pada Model Pembelajaran Jigsaw

Mengenal Faktor Pendukung dan Penghambat Pada Model Pembelajaran Jigsaw

Mengenal Faktor Pendukung dan Penghambat Pada Model Pembelajaran Jigsaw

Mengenal Faktor Pendukung dan Penghambat Pada Model Pembelajaran Jigsaw

Penerapan model pembelajaran Jigsaw tidak seluruhnya berjalan dengan lancar dalam proses pembelajaran, terdapat juga faktor penghambat dan faktor pendukungnya yaitu sebagai berikut :

a.    Faktor Pendukung

Pemebelajaran kooperatif Jigsaw ini merupakan lingkungan dimana siswa belajar bersama dalam satu kelompok kecil yang heterogen, untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Siswa melakukan interaksi sosial untuk mempelajari materi yang diberikan kepadanya, dan bertanggungjawab untuk menjelaskan kepada anggota kelompoknya. Jadi siswa dilatih untuk berani berinteraksi dengan sesamanya. Pembelajaran dengan model ini akan sangat berkembang jika siswa menguasai pelajaran yang tentunya didukung dengan buku-buku pelajaran yang relevan.

b.    Faktor Penghambat

Tidak selamanya proses belajar dengan model Jigsaw ini berjalan dengan lancar. Terdapat beberapa hambatan yang dapat terjadi. Paling sering terjadi adalah kurang terbiasanya peserta didik dan pengajar dengan model ini. Peserta didik dan pengajar masih terbiasa dengan metode konvensional, dimana pemberian materi terjadi secara satu arah. Faktor penghambat yang lain yaitu kurangnya waktu. Proses model pembelajaran ini membutuhkan waktu lebih banyak, sementara waktu pelaksanaan metode ini harus disesuaikan dengan beban kurikulum.  Selain itu juga siswa di dalam kelompok kurang aktif karena setiap orang yang diutus menjadi kelompok tim ahli hanya tok berpatokan kepada buku yang mereka pegang,  jadi yang terlihat adalah siswa-siswa hanya menghafal dan bukan memahami, sehingga ketika kembali ke kelompok semula, dalam penyampaiannya hanya membacakan buku kembali.
Selain adanya faktor pendukung dan penghambat dalam model pembelajaran Jigsaw  Nurman.
Menurut  Yamin dalam Istarani (2012:28) terdapat keuntungan dalam penggunaan model pembelajaran jigsaw dalam proses belajar mengajar yaitu :
  1. Mengajarkan siswa menjadi percaya pada guru dan lebih percaya lagi pada kemampuan sendiri untuk berfikir, mencari informasi dari sumber lainnya, dan belajar dari siswa lain.
  2. Mendorong siswa untuk mengungkapkan idenya secara verbal dan membandingkan dengan ide temanya. Ini secara khusus bermakana ketika dalam proses pemecahan masalah.
  3. Mambantu siswa belajar menghormati siswa yang pandai  dan siswa yang lemah dan menerima perbedaaan ini.
  4. Suatu strategi efektif bagi siswa untuk mencapai hasil akademik dan sosial termasuk meningkatkan prestasi, percaya diri, berfikir positif antara satu siswa dengan yang lain, meningkatkan keterampilan manajemen waktu dan sikap positif terhadap sekolah sebagai sarana belajar.
  5. Banyak menyediakan kesempatan pada siswa untuk membandingkan jawabannya dan menilai ketepatan jawaban itu.
  6. Suatu strategi yang dapat digunakan secara bersama dengan orang lain seperti pemecahan masalah.
  7. Mendorong siswa lemah untuk berbuat, dan membantu siswa pandai mengidentifikasikan dalam pemahamannya.
  8. Interaksi belajar kelompok tersebut dapat membantu memotivasi siswa dan mendorong pola pikirnya.
  9. Dapat memberikan kesempatan kepada para siswa belajar dalam keterampilan bertanya dan mengomentari permasalahan.
  10. Dapat mengembangkan bakat kepemimpian dan mengajarkan keterampilan diskusi
  11. Memudahkan siswa untuk melakukan interaksi sosial.
  12. Meningkatkan kemampuan berfikir kreatif.
Menurut Istarani (2012:30-31) terdapat 4 komponen dasar pembelajaran jigsaw yaitu :
  1. Dalam pembelajaran jigsaw, semua anggota kelompok perlu bekerjasama untuk menyelesaikan tugas;
  2. Kelompok pembelajaran jigsaw seharusnya heterogen;
  3. Aktivitas-aktivitas pembelajaran jigsaw perlu dirancang sedemikian rupa sehingga setiap siswa berkontribusi kepada kelompok dalam dinilai atas dasar kinerja; dan
  4. Tim pembelajaran jigsaw perlu mengetahui tujuan akademik maupun sosial suatu pelajaran.

(Sumber: https://thesrirachacookbook.com/)