Menjaga Kesehatan Reproduksi (Pria dan Wanita)

Mengapa kesehatan reproduksi penting?

Sistem reproduksi pria dan wanita berbeda dalam bentuk dan struktur.

Organ-organ dari sistem reproduksi wanita termasuk vagina, rahim, ovarium, saluran tuba, dan vulva. Sedangkan sistem reproduksi pria terdiri dari penis, testis dan skrotum (testis).

Namun demikian, baik sistem reproduksi pria dan wanita dirancang untuk menghasilkan, melindungi dan mengangkut telur atau sperma. Terutama pada wanita, sistem reproduksi mereka juga bertanggung jawab untuk menjaga kehamilan dan menjadi tempat untuk pertumbuhan janin sampai saat kelahiran.

Namun, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa sistem reproduksi mereka adalah sistem yang paling sensitif dalam tubuh. Jika Anda tidak pintar dalam menjaga kesehatan reproduksi, Anda mungkin menderita berbagai gangguan reproduksi di masa depan. Salah satunya, kesulitan mendapatkan keturunan.

Menjaga kesehatan reproduksi pria dan wanita

Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dapat Anda ambil untuk menjaga kesehatan reproduksi.

1. Perhatikan kebersihan genital

Menjaga kebersihan alat kelamin adalah bentuk komitmen untuk menjaga kesehatan reproduksi. Seks yang kotor dan tidak terawat tentu saja membuat pasangan yang tidak rela berhubungan seks dengan Anda. Selain itu, seks kotor dapat meningkatkan risiko penyakit yang dapat memengaruhi kerja sistem reproduksi.

Perawatan kebersihan genital tidak membutuhkan upaya yang rumit. Anda hanya perlu:

  • Selalu bersihkan alat kelamin setelah buang air kecil dan sebelum dan sesudah hubungan seksual.
  • Pastikan area genital selalu kering dan tidak basah.
  • Hindari penggunaan sabun wangi, sabun sirih, deodoran, bedak, dan douche vagina karena hal ini dapat menyebabkan kulit kelamin yang teriritasi.
  • Ganti celana setiap hari dan pastikan celana yang digunakan menyerap keringat dengan baik.
  • Pertimbangkan sunat pada pria untuk menghindari risiko infeksi bakteri pada penis. Kulup yang tidak dihilangkan bisa menjadi tempat pengumpulan kotoran. Jika kotak centang tidak diaktifkan, kotoran dapat menumpuk dan menyebabkan infeksi.

2. Makan makanan sehat

Apa yang Anda makan setiap hari memengaruhi kemampuan reproduksi Anda. Jika Anda terbiasa makan makanan sehat dan bergizi tinggi, tubuh Anda akan terasa lebih sehat dan bugar. Mereka juga mencegah berbagai penyakit, termasuk penyakit yang menyerang sistem reproduksi.

Ahli Obstetri (Obgyn) di Texas Fertility Center; Natalie Burger mengatakan bahwa nutrisi yang tepat juga dapat membantu tubuh menghasilkan sperma dan telur yang sehat dan berkualitas tinggi. Makan sehat juga menyiapkan tubuh wanita untuk kehamilan tanpa komplikasi.

Jadi pastikan makanan di piring Anda sejalan dengan prinsip diet seimbang yang meliputi karbohidrat, serat, protein, dan lemak baik.

3. Berhubungan seks yang aman

Prinsip Seks Yang Lebih Aman bukan hanya tentang penggunaan kondom. Seks yang lebih aman adalah segala bentuk tindakan pencegahan yang dirancang untuk melindungi diri Anda dan pasangan Anda dari risiko penyakit menular seksual. Bahkan, seks aman juga bisa diartikan sebagai upaya untuk menghindari kehamilan yang tidak terencana.

Beberapa hal yang merupakan bentuk hubungan seks yang aman antara lain:

  • Penggunaan kontrasepsi seperti kondom atau pil KB
  • Jangan mengubah pasangan seks sekaligus
  • Perhatikan kebersihan alat kelamin sebelum dan sesudah berhubungan seks
  • Periksa dan periksa riwayat seksual Anda dan pasangan
  • Melakukan tes penyakit kelamin rutin

4. Pemeriksaan kesehatan yang cermat di dokter

Beberapa orang hanya dapat memeriksa kemampuan reproduksi mereka jika mereka berencana untuk hamil.

Bahkan jika Anda tidak berencana untuk hamil, sistem reproduksi perlu diperiksa secara teratur untuk mencegah berbagai penyakit di masa depan yang biasanya terjadi tanpa gejala.

Misalnya, endometriosis, yang menyerang wanita. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan benar, mungkin sulit bagi wanita untuk hamil. Infeksi yang menjangkiti testis juga dapat mempersulit pria untuk hamil.

Oleh karena itu, pria dan wanita didesak untuk secara teratur memeriksa status kesehatan mereka di klinik, rumah sakit, dan laboratorium kesehatan. Biasanya, penelitian ini berfokus pada risiko infeksi, penyakit menular seksual dan penyakit bawaan yang mungkin diturunkan dari orang tua.

Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan kesehatan reproduksi yang paling umum:

  • Hitung darah lengkap
  • Pemeriksaan urin
  • USG
  • HSG
  • Tes penyakit kelamin, cari sebagai tes sifilis dengan tes VDRL
  • PAP smear

5. Jauhi rokok dan minuman keras

Gaya hidup sehat adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh, yang merupakan pekerjaan sistem reproduksi Anda.

Jadi, jika Anda seorang perokok dan minum alkohol, Anda harus mencoba menghentikan dua kebiasaan buruk. Memang tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin dengan niat dan tekad yang kuat.

Cobalah membuat segelas alkohol atau rokok per hari. Jika Anda terbiasa, hanya beberapa batang rokok dan gelas yang tersisa sampai Anda dapat berhenti sepenuhnya. Jika perlu, Anda dapat meminta dukungan dari orang terdekat yang mencari sebagai keluarga, pasangan, atau teman.

Jadi, jangan lupa berolahraga secara teratur agar tubuh Anda bugar setiap hari. Olahraga dapat membantu Anda mencapai berat badan ideal dan meningkatkan peluang kehamilan yang sukses.

Demikian pula, terbiasa tidur yang cukup. Tidur adalah cara alami tubuh untuk menjaga kesehatannya sendiri. Jika Anda ingin tidur dampaknya akan langsung pada kesehatan Anda, termasuk pada fungsi reproduksi jangka panjang.

Baca Juga :