Objek Filsafat Ilmu

Objek Filsafat Ilmu

Objek filsafat ilmu terbagi dua, yaitu objek material dan objek formal.Objek material atau pokok bahasan filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum. Di sini terlihat jelas perbedaan yang hakiki antara pengetahuan dengan ilmu pengetahuan. Pengetahuan itu lebih bersifat umum dan didasarkan atas pengalaman sehari-hari, sedangkan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang bersifat khusus dengan ciri-ciri: sistematis, metode ilmiah tertentu,serta dapat diuji kebenarannya.[20]

Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem-problem mendasar ilmu pengetahuan seperti: apa hakikat ilmu itu sesungguhnya? Bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah? Apa fungsi ilmu pengetahuan itu bagi manusia? Problem-problem inilah yang dibicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan, yakni landasan ontologis, epistimologis, dan aksiologis.[21]


  1. Cabang-Cabang Filsafat Ilmu

Adapun cabang-cabang filsafat ilmu juga merupakan cabang-cabang utama dari filsafat itu sendiri, yaitu: metafisika, epistimologi, dan aksiologi.

  1. Metafisika

Metafisika adalah filsafat pertama dan bidang filsafat yang paling utama. Metafisika adalah cabang filsafat yang membahas tentang keberadaan (being) atau  eksistensi (existence). Archie J. Bahm mengatakan bahwa metafisika merupakan suatu peyelidikan pada masalah perihal keberadaan.

Istilah metafisika itu sendiri berasal dari kata Yunani meta ta physika yang dapat diartikan sesuatu yang ada dibalik atau dibelakang benda-benda fisik. Kendatipun demikian Aristoteles sendiri tidak memakai istilah metafisika, melainkan proto philosophia (filsafat pertama). Filsafat pertama ini memuat uraian tentang sesuatu yang ada di belakang gejala-gejala fisik seperti bergerak, berubah, hidup, dan mati. Metafisika dapat didefinisikan sebagai studi atau pemikiran tentang sifat yang terdalam (ultimate nature) dari kenyataan atau keberadaan.

Christian Wolff mengklasifikasikan metafisika sebagai berikut:

1)      Metafisika umum (ontologi), membicarakan tentang hal “ada”(Being)

2)      Metafisika khusus

  1. a)Psikologi; membicarakan tentanng hakikat manusia
  2. b)Kosmologi; membicarakan tentang hakikat atau asal usulalam semesta
  3. c)Theologi; membicarakan tentang hakikat keberadaan Tuhan.
  4. Epistimologi

Bidang kedua adalah epistimologi atau teori pengetahuan. Epistimologi berasal dari Bahasa Yunani episteme dan logosEpistime artinya pengetahuan (knowledge), logos artinya teori. Dengan demikian epistimologi secara etimologi berarti teori pengetahuan. Istilah-istilah lain yang setara dengan epistimologi adalah:

1)      Kriteriologi, yakni cabang filsafat yang membicarakan ukuran benar atau tidaknya pengetahuan.

2)      Kritik pengetahuan, yaitu pembahasan mengenai pengetahuan secara kritis

3)      Gnosiology, yaitu perbincangan mengenai pengetahuan yang bersifat ilahiah (gnosis)

4)      Logika material, yaitu pembahasan logis dari segi isinya, sedangkan logika formal lebih menekankan pada segi bentuknya.

 

https://bugscode.id/robot-defense-apk/