Organisasi dan Administrasi BK, Kunci Untuk Mencapai Tujuan Pendidikan

Organisasi dan Administrasi BK, Kunci Untuk Mencapai Tujuan Pendidikan – Dalam dunia pendidikan, Bimbingan dan Konseling adalah salah satu komponen yang paling berpengaruh untuk tercapainya tujuan edukasi yang diharapkan. Tujuan Pendidikan pada umunya mencakup komponen-komponen dalam sebuah kebulatan. Komponen-komponen tersebut mencakup komponen intelektual, komponen sikap, komponen nilai-nilai hidup dan komponen keterampilan. Untuk menjangkau komponen itu sekolah tidak melulu membutuhkan pengajaran saja, bakal tetapi pun membutuhkan pelayanan yang dilaksanakan oleh bidang Bimbingan dan Konseling.

Ketika konselor berkeinginan melakukan pekerjaan Bimbingan dan Konseling, mereka mesti mengatur pekerjaan dari Bimbingan Konseling tersebut. Pengaturan pekerjaan tersebut dalam Bimbingan Konseling dinamakan dengan manajemen.

Manajemen Bimbingan Konseling terdiri atas administrasi dan organisasi. Administrasi dan organisasi menjadi urusan utama yang mesti dipersiapkan dalam masing-masing kegiatan, laksana halnya dalam pekerjaan Bimbingan Konseling. Dikatakan demikian sebab andai dalam suatu pekerjaan telah dirancang administrasi dan organisasinya, maka pekerjaan tersebut bakal terlaksana sebagaimana destinasi yang diharapkan.

Dalam ranah Bimbingan Konseling, organisasi adalahsarana untuk mengerjakan kerjasama antar perorangan guna menjangkau tujuan yang diharapkan dengan memakai sumber daya insan yang tersedia. Pola organisasi dalam Bimbingan dan Konseling usahakan merangkum semua stakeholder yang terdapat disekolah tersebut.

Hal ini bertujuan supaya pekerjaan Konseling yang dilaksanakan dapat berlangsung dengan efektif dan efisien. Kegiatan konseling disebutkan efektif bilamana kegiatan itu telah cocok dengan Undang-Undang tentang pekerjaan konseling yang ada dalam Permendikbud nomor 111 tahun 2014 mengenai Bimbingan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam merangkai organisasi pekerjaan Konseling, seorang konselor dan semua stakeholder mesti menggacu pada prinsip-prinsip organisasi. Secara umum, prinsip organisasi yang mesti diisi dalam pekerjaan konseling yakni sebagai berikut:

1. Organisasi mesti mmiliki tujuan, maksudnya yaitu saat organisasi itu disusun maka mesti mempunyai tujuan yang jelas. Dalam Bimbingan Konseling organisasi diciptakan guna menolong siswa dalam kelangsungan mereka disekolah. Bentuk pertolongan tersebut dapat berupa upaya pemberian pertolongan kepada siswa saat mengalami masalah maupun kendala dalam belajar mereka.

2. Prinsip hierarkis, maksudnya dalam organisasi usahakan mesti mempunyai garis wewenang pada tiap-tiap anggota organisasi. Tujuannya yakni supaya masing-masing anggota organisasi bisa bertanggung jawab terhadap tugas mereka, tidak melulu mengandalkan satu pihak saja.

3. Prinsip pembagian pekerjaan, maksudnya untuk menjangkau tujuan dari Bimbingan Konseling masing-masing anggota organisasi diberi tugas tersendiri. Misalnya, kepala sekolah bertugas guna mengatur pekerjaan konseling dan memantau apakah pekerjaan konseling berlangsung dengan fasih atau tidak. Begitu pula seorang konselor bertugas guna melakukan pekerjaan konseling untuk siswa.

4. Prinsip Keseimbangan, maksudnya dalam cangkupan organisasi itu hendaknya ada ekuilibrium antara anggota organisasi Konseling yang satu dengan lainnya agar tidak timbul ketimpangan.
Dengan mengacu pada prinsip ini, maka pekerjaan konseling bakal berjalan dengan baik dan dapat mencapai destinasi Konseling cocok yang diharapkan.

Ketika pekerjaan organisasi sudah dilaksaksanakan, maka diperlukan sebuah pengadministrasian. Pegadministrasian menurut keterangan dari Bimbingan dan Konseling dapat disaksikan dari dua sisi, yakni mikro dan makro. Secara mikro, pengadministrasian didefinisikan sebagai pekerjaan untuk menata pengamalan pelayanan Bimbingan dan Konseling sehingga pekerjaan dapat berlangsung secara lancar, tepat guna dan efektif.

Sedangkan secara makro, pengadmistrasian ialah kegiatan mengelola dan menggerakkan anggota organisasi untuk menjangkau tujuan Bimbingan dan Konseling yang diharapkan. Melalui pengertian diatas dapat dipungut pengertian bahwa pengadmistrasian merupakan pekerjaan yang dilaksanakan setelah organisasi untuk kelancaran pekerjaan Konseling yang dilakukan. Kegiatan ini diakukan secara kondisional, karena harus dicocokkan dengan situasi pada saat tersebut dan dicocokkan dengan pekerjaan konseling apa yang diakukan oleh konselor.

Melalui keterangan diatas, dapat diputuskan bahwa antara pekerjaan organisasi dan administrasi adalahsatu kesatuan daam menjangkau tujuan pendidikan. Maka andai organisasi yang dilaksanakan tidak maksimal maka akan berdampak pada pengadministrasian dan pekerjaan Konseling yang tidak maksimal dalam menjangkau tujuan pendidikan.

Sebaliknya, andai kegiatan organisasi berlangsung dengan baik, maka secara otomatis pekerjaan pengadmistrasian dan pekerjaan Konseling bakal berjalan fasih dalam menjangkau tujuan pendidikan. Oleh sebab tersebut maka bisa dianalogikan bahwa organisasi dan administrasi dalam Bimbingan dan Konseling adalahkunci untuk tercapainya tujuan edukasi yang diharapkan.

Sumber: https://bit.ly/2KqzyMX