Pasar modal

Pasar modal

Pasar modal

Perkembangan pasar modal merupakan salah satu tolak ukur  untuk melihat perkembangan suatu negara. Pasar modal adalah sarana yang efektif untuk mempercepat akumulasi dana bagi pembiayaan pembangunan melalui mekanisme pengumpulan dana dari masyarakat dan menyalurkan dana tersebut ke berbagai sektor yang produktif. Dalam fungsi ekonominya pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang kelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana.

Pasar modal secara umum tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. (Kasmir, 2004).

Undang – undang pasar modal no. 8 tahun 1995 memberikan pengertian yang lebih spesifik tentang pasar modal yaitu kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan public yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. (Harsono, 2013)

Pengertian pasar modal juga dapat diartikan sebagai sebuah wahana yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

2.1.1.1.Jenis Pasar Modal

      Menurut (Peni Sawitri dan Eko Hartanto, 2007)

  1. Pasar perdana adalah penjualan perdana efek atau penjualan efek oleh perusahaan yang menerbitkan efek sebelum efek tersebut dijual melalui bursa efek. Pada pasar perdana efek di jual dengan harga emisi, sehingga perusahaan yang menerbitkan emisi hanya memperoleh dana dari penjualan tersebut.
  2. Pasar sekunder adalah penjualan efek setelah penjualan pada pasar perdana berakhir. Pada pasar ini harga efek ditentukan berdasarkan kurs efek tersebut. Naik turunnya kurs suatu efek ditentukan oleh gaya tarik menarik antara permintaan dan penawaran efek tersebut.
  3. Bursa pararel adalah merupakan pelengkap bursa efek yang ada. Bagi perusahaan yang menerbitkan efek yang akan menjual efeknya melalui bursa dapat dilakukan melalui bursa pararel. Tidak semua efek yang diterbitkan oleh perusahaan yang go public dapat menjual sahamnya dibursa efek.

2.1.1.2. Manfaat keberadaan Pasar Modal

Beberapa Manfaat pasar modal menurut (Harsono,2013) antara lain :

  1. Manfaat bagi perusahaan atau emiten

Bagi para emiten atau perusahaan yang melaksanakan penawaran umum maupun investasi langsung (private placement), keberadaan pasar modal akan memberikan manfaat antara lain berupa :

  1. Kemudahan dalam memperoleh dana pengembangan usaha.
  2. Sabagai daya dorong untuk mengelola perusahaan secara lebih professional, transparan, efisien, profit oriented, dan cara beretika dengan penerapan good corporate governance karena anjuan otoritas pasar modal dalam pengawasan public, khususnya masyarakat investor.
  3. Manfaat bagi investor

Bagi para investor, keberadaan pasar modal akan memberikan manfaat seperti :

  1. Memberikan keluasaan alternatif investasi
  2. Penyebaran kepemilikan perusahaan secara luas kepada masyarakat.
  3. Memberikan potensi keuntungan atau return dengan kemungkinan risiko yang melekat pada masing – masing instrumen investasi yang dipilihnya.
  4. Manfaat bagi sistem ekonomi

Selain bermanfaat langsung bagi emiten dan investor seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, keberadaan pasar modal juga memberikan dampak luas bagi sistem ekonomi nasional yang ada, antara lain :

  1. Dengan kemudahan perusahaan untuk memperoleh dana dari investor, akan mendorong kontribusi mereka dalam memajukan pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan pemerintah khususnya dari sector perpajakan.
  2. Mendorong laju investasi
  3. Memberikan indikasi perkembangan perekonomian suatu Negara.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/