Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi – Salah satu indikator kesuksesan pembangunan ekonomi adalah mampu melakukan usaha kurangi kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan. Dengan demikian pembangunan ekonomi tidak hanya menyangkut bagaimana kurangi tingkat pengangguran dan kesenjangan penghasilan pada yang kaya dan yang miskin. Sebab mampu saja terjadi, bahwa penghasilan perkapita naik tetapi tetap banyak yang kehidupan ekonominya di bawah garis kemiskinan, dan tetap banyaknya pengangguran. Jika perihal ini terjadi, berarti pembangunan ekonomi belum amat dikatakan berhasil.

Istilah pembangunan ekonomi dan perkembangan ekonomi sering diambil kesimpulan sama. Sebenarnya kedua istilah ini membawa arti yang sedikit berbeda. Istilah perkembangan ekonomi menerangkan atau mengukur prestasi berasal dari perkembangan suatu perekonomian. Sementara, istilah pembangunan ekonomi kebanyakan dikaitkan bersama dengan perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang. Berikut ini tiap-tiap penjelasannya.

1. Pembangunan Ekonomi
Pada awalannya orang memenuhi keperluan hidupnya bersama dengan bercocok tanam dan berburu bersama dengan alat-alat serta cara yang tetap sederhana. Namun jikalau kalian bandingkan bersama dengan era sekarang ini, kondisi selanjutnya dapat terlihat jauh berbeda. Adanya perubahan taraf hidup selanjutnya menyatakan proses pembangunan ekonomi yang wajib meningkat. Pembangunan ekonomi adalah perkembangan ekonomi yang diikuti oleh perubahan-perubahan di dalam susunan dan corak aktivitas ekonomi. Dengan kata lain, istilah pembangunan ekonomi bukan saja terfokus terhadap persoalan perkembangan penghasilan nasional riil, tetapi terhitung terhadap modernisasi aktivitas ekonomi, seandainya usaha merombak sektor pertanian tradisional, persoalan untuk mempercepat perkembangan ekonomi dan persoalan pemerataan pendapatan.

a. Pengertian Pembangunan Ekonomi
Menurut Rostow, pembangunan ekonomi adalah suatu transformasi atau perubahan berasal dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern, melalui tahapan;
masyarakat tradisional,
prasyarat lepas landas,
lepas landas,
tahap kematangan,
masyarakat berkonsumsi tinggi.
Usaha-usaha pembangunan yang dikerjakan oleh negara-negara yang sedang berkembang di dunia terhadap kebanyakan berorientasi terhadap bagaimana melakukan perbaikan taraf hidup masyarakat di negara-negara berkembang agar mereka mampu hidup seperti masyarakat di negara-negara maju. Demikian terhitung Indonesia giat melakukan usaha-usaha pembangunan di segala bidang peranan menaikkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Jadi, mampu dikatakan pembangunan merupakan suatu proses konsisten di dalam upaya menggapai peningkatan mutu hidup. Selanjutnya pembangunan ekonomi diambil kesimpulan sebagai suatu proses yang mengakibatkan penghasilan perkapita masyarakat meningkat di dalam jangka panjang. Di sini terkandung tiga elemen mutlak yang terkait bersama dengan pembangunan ekonomi.

1) Pembangunan sebagai Suatu Proses
Pembangunan sebagai suatu proses, berarti bahwa pembangunan merupakan suatu step yang wajib dijalani oleh setiap masyarakat atau bangsa. Sebagai contoh, manusia terasa lahir, tidak langsung menjadi dewasa, tetapi untuk menjadi dewasa wajib melalui tahapan-tahapan pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa wajib menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.
2) Pembangunan sebagai Suatu Usaha untuk Meningkatkan Pendapatan Perkapita
Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang wajib dikerjakan oleh suatu negara di dalam rangka menaikkan penghasilan perkapita. Dengan demikian, amat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen yang terkandung di dalam suatu negara untuk berpartisipasi aktif di dalam proses pembangunan. Hal ini dikerjakan sebab kenaikan penghasilan perkapita mencerminkan perbaikan di dalam kesejahteraan masyarakat.
3) Peningkatan Pendapatan Perkapita Harus Berlangsung di dalam Jangka Panjang
Suatu perekonomian mampu dinyatakan di dalam kondisi berkembang seandainya penghasilan perkapita di dalam jangka panjang condong meningkat. Hal ini tidak berarti bahwa penghasilan perkapita wajib mengalami kenaikan tetap menerus. Misalnya, suatu negara terjadi musibah bencana alam ataupun kekacauan politik, maka mengakibatkan perekonomian negara selanjutnya mengalami kemunduran. Namun, kondisi selanjutnya semata-mata berbentuk selagi yang paling penting bagi negara selanjutnya aktivitas ekonominya secara rata-rata meningkat berasal dari tahun ke tahun.

b. Tujuan Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi seharusnya dirancang sedemikian rupa agar menjamin pemanfaatan faktor-faktor memproses yang tersedia bersama dengan sebaik-baiknya untuk menggapai obyek yang diharapkan. Adapun obyek pembangunan ekonomi yaitu;
meningkatkan mutu hidup masyarakat di dalam memenuhi keperluan pokoknya yang meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, dan perlindungan keamanan berasal dari pemerintah;
memperluas distribusi beraneka barang keperluan pokok;
memperluas kesempatan kerja;
memperbaiki mutu pendidikan;
meningkatkan penghasilan masyarakat;
meningkatkan pemahaman dan tingkah laku masyarakat di dalam menjunjung nilai-nilai luhur (agama, sosial, dan kultural);
dan memperluas pilihan-pilihan ekonomi dan sosial bagi setiap individu serta bangsa secara keseluruhan. Misalnya: kebebasan berasal dari sikap ketergantungan, bukan hanya terhadap orang atau negara lain tetapi terhadap setiap kekuatan yang berpotensi merendahkan nilai-nilai kemanusiaan.
Untuk menciptakan pembangunan ekonomi, masyarakat haruslah bersedia berkorban, baik secara materiil maupun di dalam wujud lain. Mengutip pendapat Lewis, “ Seperti terhitung beraneka perihal lainnya, perkembangan ekonomi tersedia biayanya, berarti bahwa pembangunan ekonomi di samping memberi manfaat kepada masyarakat, masyarakat pun wajib berkorban untuk menciptakan pembangunan ekonomi Pengorbanan-pengorbanan selanjutnya berbentuk perombakan berasal dari susunan ekonomi, mengembangkan teknologi, cara berpikir modern, menaikkan jumlah tabungan, dan perubahan lain di dalam beraneka aspek kehidupan ekonomi masyarakat. Selain itu terhitung wajib dikerjakan perubahan di dalam beraneka aspek sosial, politik, dan kebudayaan.

2. Pertumbuhan Ekonomi
a. Konsep Pertumbuhan Ekonomi
Suatu perekonomian dikatakan mengalami perkembangan ekonomi jikalau jumlah memproses barang dan jasanya meningkat. Secara riil, di dalam kehidupan sehari-hari sangatlah susah untuk mencatat jumlah unit barang dan jasa yang dihasilkan di dalam suatu periode tertentu. Hal ini disebabkan satuan pengukuran yang berlainan dan model barang dan jasa yang dihasilkan amat beragam. Contohnya, memproses padi diukur di dalam satuan berat (kg/kw/ton), selagi memproses minyak bumi diukur di dalam satuan volume (barel), sedangkan memproses jasa tidak mampu diukur secara fisik, seandainya jasa pariwisata, jasa konsultasi, dan sebagainya.

Istilah perkembangan secara lazim adalah suatu ungkapan yang menggambarkan ada tingkat perkembangan. Jadi perkembangan ekonomi mengukur prestasi berasal dari perkembangan suatu perekonomian. Perkembangan ini ditandai bersama dengan kenaikan GDP (Gross Domestic Product) suatu negara tanpa memandang kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil berasal dari perkembangan masyarakat dan tanpa memandang apakah tersedia perubahan di dalam susunan perekonomian atau tidak. Berikut ini perbedaan pembangunan ekonomi bersama dengan perkembangan ekonomi.

b. Pengukuran Pertumbuhan Ekonomi
Mengingat perhitungan jumlah memproses barang dan jasa amat sulit, maka angka yang digunakan untuk menaksir perubahan output (barang dan jasa) adalah nilai uang (moneter), yang tercermin di dalam nilai Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk mengukur perkembangan ekonomi, nilai PDB yang digunakan adalah PDB berdasarkan harga konstan, sebab pengaruh perubahan harga atau inflasi udah dihilangkan.

c. Faktor yang Menentukan Pertumbuhan Ekonomi
faktor-faktor yang memengaruhinya. Berikut ini faktor-faktor yang pengaruhi perkembangan ekonomi.
1) Barang Modal
Barang-barang modal adalah beraneka model barang yang digunakan untuk memproses output (barang dan jasa). Misalnya: mesin-mesin pabrik, peralatan pertukangan, dan sebagainya. Barang-barang modal membawa peran yang mutlak di dalam menaikkan efisiensi perkembangan ekonomi. Tanpa ada alat-alat yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa, masyarakat dapat susah memenuhi keperluan sehari-hari. Penambahan jumlah barang modal dikerjakan melalui investasi, agar tambah tinggi investasi maka tambah besar jumlah barang modal. Semakin banyak jumlah barang modal, barang dan jasa yang dihasilkannya pun dapat tambah bertambah.Meningkatnya hasil memproses barang dan jasa pertanda perekonomian mengalami pertumbuhan.

2) Teknologi
Selain barang-barang modal, teknologi terhitung berpengaruh di dalam perkembangan ekonomi. Kemajuan ekonomi diberbagai negara lebih-lebih ditimbulkan oleh kemajuan teknologi. Di negara yang sedang berkembang dibutuhkan teknologi tepat peranan agar manusia mampu menggunakan secara optimal apa yang tersedia di dalam diri dan lingkungannya, serta untuk menekan pemborosan pemanfaatan sumber energi alam atau energi di dalam proses produksi. Kemajuan teknologi menimbulkan lebih dari satu pengaruh positif di dalam perkembangan ekonomi yang mengakibatkan perkembangan ekonomi menjadi lebih cepat jalannya.
Berikut ini lebih dari satu pengaruh kemajuan teknologi bagi perkembangan ekonomi;
Mempertinggi efisiensi memproses suatu barang dan jasa.
Menciptakan penemuan barang-barang baru yang belum dulu diproduksikan sebelumnya.
Meningkatkan mutu barang-barang yang diproduksikan.
3) Tenaga Kerja
Hingga selagi ini, lebih-lebih di negara yang sedang berkembang, tenaga kerja tetap merupakan aspek memproses yang dominan. Penduduk yang banyak dapat jadi besar jumlah tenaga kerja. Penambahan tenaga kerja ini memungkinkan suatu negara itu menaikkan jumlah produksi. Dengan demikian dapat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi.
Apabila tenaga kerja selanjutnya dapat dukungan bersama dengan mutu (pendidikan) tenaga kerja yang lebih baik, maka dapat lebih menaikkan produktivitas tenaga kerja itu sendiri. Dengan demikian, peningkatan selanjutnya dapat menaikkan jumlah barang yang dihasilkan.

4) Sumber Daya Alam
Sumber energi alam adalah segala suatu hal yang dihidangkan oleh alam, seperti tanah, iklim, hasil hutan, hasil tambang, dan lain-lain yang mampu dimanfaatkan oleh manusia di dalam usahanya menggapai kemakmuran. Sumber energi alam dapat mampu mempermudah usaha untuk membangun perekonomian suatu negara.
Menurut Jhingan bahwa tersedianya sumber energi alam secara melimpah belum lumayan bagi perkembangan ekonomi, yang paling penting adalah bagaimana menggunakan sumber energi alam selanjutnya bersama dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian sumber energi alam yang tersedia yang dimanfaatkan secara optimal dapat membantu di dalam proses perkembangan ekonomi.
Walaupun kekayaan alam membawa peran yang penting, perihal ini tidaklah berarti bahwa perkembangan ekonomi amat tergantung terhadap banyaknya kekayaan alam suatu negara. Perkembangan ekonomi di negara Belanda, Jepang, dan Korea Selatan menyatakan bahwa walau tidak membawa kekayaan alam yang berarti, perkembangan ekonomi negara-negara selanjutnya pun berkembang pesat.

5) Manajemen
Perekonomian di dalam suatu negara dapat berkembang pesat seandainya dikelola bersama dengan baik. Sistem pengelolaan inilah yang dinamakan manajemen. Seperti halnya bangsa Indonesia, punyai potensi sumber energi alam yang banyak variasi dan melimpah serta jumlah masyarakat yang besar, seandainya potensi yang tersedia dikelola bersama dengan baik maka mampu mendorong perkembangan ekonomi.

6) Kewirausahaan
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah seseorang yang mampu dan berani untuk mengambil alih risiko di dalam melakukan suatu usaha peranan memperolehkeuntungan. Peranan wirausahawan di dalam memajukan perekonomian udah terbukti berasal dari era ke masa. Wirausahawan di dalam melakukan investasi dapat memperluas kesempatan kerja, menaikkan output nasional, dan menaikkan penerimaan negara berbentuk pajak.

7) Informasi
Salah satu syarat agar pasar bermanfaat sebagai alat alokasi sumber energi ekonomi yang efektif adalah ada informasi yang sempurna dan seimbang. Informasi amat membantu perkembangan ekonomi sebab pelaku-pelaku ekonomi mampu mengambil alih ketetapan berdasarkan informasi yang akurat dan cepat.

d. Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi
Beberapa teori dikemukakan untuk menerangkan interaksi di pada beraneka aspek memproses bersama dengan perkembangan ekonomi. Berikut ini teori-teori perkembangan ekonomi;
1) Teori Klasik
Menekankan tentang pentingnya faktor-faktor memproses di dalam menaikkan penghasilan nasional dan mewujudkan pertumbuhan. Akan tetapi yang lebih-lebih diperhatikan pakar ekonomi klasik adalah peran tenaga kerja. Menurut mereka tenaga kerja yang terlalu berlebih dapat pengaruhi perkembangan ekonomi.

2) Teori Schumpeter
Menekankan tentang peran usahawan yang dapat melakukan inovasi dan investasi untuk mewujudkan perkembangan ekonomi.

3) Teori Harrod – Domar
Menunjukkan peranan investasi sebagai aspek yang menimbulkan bertambahnya pengeluaran agregat Teori ini terhadap dasarnya utamakan peranan aspek permintaan di dalam mewujudkan pertumbuhan.

4) Teori Neoklasik
Teori ini menunjukkanbahwa perkembangan teknologi dan peningkatan
kemahiran masyarakat merupakan aspek yang paling penting yang mewujudkan perkembangan ekonomi.

Baca Juga :

Narapidana Belajar Bisnis di Penjara Amerika

Penelitian di Amerika: Kemampuan Baca Tuna Rungu Rendah