Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Membuat Mahasiswa Lebih Mandiri, Begini Sistemnya.

Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Membuat Mahasiswa Lebih Mandiri, Begini Sistemnya.

 

Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Membuat Mahasiswa Lebih Mandiri, Begini Sistemnya.

Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Membuat Mahasiswa Lebih Mandiri, Begini Sistemnya.

 

 

Dr. David Le Cornu, salah seorang konsultan Perguruan Tinggi Cendana asal Australia

mengungkapkan pendidikan bisa mengubah sebuah negara yang biasa biasa menjadi luar biasa. Untuk itu diperlukan sebuah sistem pengajaran yang tepat agar terbentuknya karakter mindset yang unggul bagi para mahasiswa.

Hal tersebut dituturkan David Le Cournu kepada Gosumut saat menghadiri acara wisuda mahasiswa Perguruan Tinggi Cendana beberapa waktu lalu. David memuji mahasiswa Indonesia, khususnya Sumatera Utara. “Mahasiswa di sini cerdas-cerdas. Tidak kalah dengan negara lain,”pujinya. Hal itu dibuktikan dengan kemajuan mahasiswa Cendana yang berhasil meraih prestasi sebagai Young Leader satu-satunya di Indonesia.

Pria yang merancang sistem pendidikan holistik berbasis karakter di 12 negara yang mencakup negara Asia

dan Eropa ini mengisahkan lembaga pendidikan itu perlu menyeimbangkan antara teori dan praktek. “Barangkali inilah yang membedakan sistem pengajaran di Indonesia dengan negara lain,”ucapnya. “Mahasiswa perlu menguasai ilmu dan live skill dan inilah akan membantu mahasiswa untuk menjadi pribadi yang mandiri, “jelasnya.

Ketika diajari berenang, maka tidak lah cukup mahasiswa belajar teori berenang di dalam kelas. Ia harus ke kolam renang dan mempraktekkan langsung cara berenang yang benar, “Hal seperti ini akan lebih nyata,”ucapnya.

David mengisahkan tentang pendidikan holistik yang menjadi barometer sistem pembelajaran yang dianutnya.

Pendidikan holistik adalah sistem pendidikan perpaduan antara intelektual, emosional dan spritual. “Jika ini dikembangkan dengan baik, maka akan terbentuk mahasiswa yang memiliki jati diri, budaya yang berkarakter dan unggul,”jelasnya.

Dikatakannya,seorang mahasiswa layaknya memiliki intelegensi sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan pengetahuan yang sudah ada untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya.”Sudah pasti intelektual saja tidak cukup. pendidikan emosional dan spritual akan membuat seseorang lebih sabar dan tahan banting terhadap berbagai kendala dan masalah yang bakal dialami dalam kehidupan. “Jadi hal ini benar-benar harus seimbang,”ujar David.

David menjalaskan proses pembelajaran cara holistik juga sangat menyenangkan bagi para mahasiswa. Tujuan pendidikan holistik adalah membantu mengembangkan potensi individu dalam suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan menggairahkan, demoktaris dan humanis melalui pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungannya. “Melalui pendidikan holistik mahasiswa diharapkan dapat menjadi dirinya sendiri. Dalam arti dapat memperoleh kebebasan psikologis, mengambil keputusan yang baik, belajar melalui cara yang sesuai dengan dirinya, memperoleh kecakapan sosial, serta dapat mengembangkan karakter dan emosionalnya,”ucap David tentang sistem pembelajaran yang dianut Perguruan Tinggi Cendana itu.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/It98Lqf67pWUf0fd4BRcwf