Pengangguran di negara-negara berkembang

Pengangguran di negara-negara berkembang

Pengangguran di negara-negara berkembang bisa di pilah pada dua kelompok, yaitu pengangguran perkotaan dan pedesaan. Pengangguran perkotaan di perkirakan dua kali lipat dari pengangguran pedesaan. Dari sisi yang lain, para penganggur berusia muda, antara 15 sampai 24 tahun (yang baru saja memasuki usia kerja), diperkirakan berjumlah dua kali lipat dibanding yang sudah lama memasuki usia kerja, yaitu berusia lebih dari 24 tahun. Para penganggur juga banyak yng berasal dari penduduk berpendidikan.

              Jenis pengangguran yng lain adalah Underemployement, yaitu mereka yang berkerja lebih sedikit dari pada yang mereka inginkan. Underemployement ini bisa berujud dua bentuk.

  1. Para pekerja yang terpaksa bekerja dalam jam yang pendek sebagai sebuah alternatif dari pada tidak berkerja  (visible underemployment), misalnya para sopir yang di paksa bekerja 4 hari seminggu karena harus bergantian dengan temannya.
  2. Mereka yang terpaksa bekerja dalam bidang pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan oleh orang dengan pendidikan atau kualifikasi yang lebih rendah dari yang dimilikinya (Invisible Underemployment), misalnya para sarjana yang terpaksa bekerja menjadi kasir bank yang seharusnya cukup dilakukan oleh lulusan D3 sehingga kapasitas para pekerja tidak maksimal.

             Edgar O. Edwards mengidentifikasi tiga bentuk Underemployment : yang kelihatan aktif bekerja tetapi tidak secara penuh.

  • Pengangguran tidak kentara (disguised unemployment)
  • Pengangguran tersembunyi (hidden unemployment)
  • Para pensiunan dini (premateurely retired)

Faktor Penyebab Pengangguran di Negara-negara Berkembang

             Salah satu penyebab timbulnya pengangguran adalah karena permintaan tenaga kerja di sektor formal tidak banyak meningkat dalam beberapa dekade terakhir, kecuali di negara-negara yang berkembang pesat di timur jauh. Di beberapa negara Afrika dan yang lain, kesempatan kerja bahkan telah menurun. Pembangunan berpola Industrialisasi substitusi impor yang telah mereka terapkan ternyata tidak meningkatkan kesempatan kerja secara signifikan.

Kebijakan Mengurangi Pengangguran

              Dengan memperhatikan berbagai faktor penyebab pengangguran di negara berkembang, beberapa kebijakan bisa diambil untuk mengurangi pengangguran seperti dibawah ini.

F Kebijakan Kontrol Populasi

F Kebijakan Mengurangi Migrasi Desa-Kota

F Teknologi yang Tepat

F Kebijakan Mengurangi Distorsi Harga Faktor Produksi

F Kebijakan Pendidikan

F Kebijakan Berorientasi Pertumbuhan

Baca juga: