Pengaruh Ekonomi dari Pertumbuhan Populasi

Pengaruh Ekonomi dari Pertumbuhan Populasi

Satu pendapat yang sering kita dengar adalah bahwa pertumbuhan populasi yang cepat di negara-negara berkembang harus diturunkan jika tidak ingin pembangunan ekonomi menjadi terhambat, dan tampaknya hampir semua ekonom sepakat akan hal ini. Pertumbuhan populasi yang cepat diargumentasikan menyerap sumber daya produktif yang seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan konsumsi atau pembangunan.Tingkat pertumbuhan populasi yang lebih lambat akan membebaskan sumber daya kapital yang diperlukan untuk membangun prasarana fisik seperti sekolah, perumahan, rumah sakit dalam jumlah yang lebih besar, serta proyek-proyek peningkatan kondisi ekonomi dan sosial.

Beberapa ekonom mencoba melihat dari sisi yang lain, misalnya A. O. Hirschman, yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi juga bisa menjadi pendorong pembangunan. Dalam populasi yang tidak padat seperti  dibeberapa negara Afrika dan Amerika Latin, pertumbuhan populasi akan merupakan pendorong bagi pembangunan; sementara untuk negara-negara seperti India dan Bangladesh yang padat populasinya, pertumbuhan penduduk yang cepat akan merupakan tantangan bagi pembangunan dan menimbulkan motivasi untuk mengatasinya. J. R. Hicks bahkan mengingatkan bahwa ada kemungkinan revolusi industri pada dua ratus tahun yang lalu, sebuah contoh sejarah keberhasilan pertumbuhan ekonomi, dirangsang oleh peningkatan populasi.

Argumen yag dikemukakan baik yang pro maupun menentang pertumbuhan populasi tinggi masih bisa diperdebatkan lagi. Tetapi tampaknya diskusi mengarah pada satu kesepakatan bahwa diperlukan pembatasan pertumbuhan penduduk untuk memperlancar pembangunan ekonomi. Data menunjukkan bahwa beberapa dari negara yang telah mengalami tingkat kenaikan yang paling tinggi dalam pembangunan ekonominya, seperti negara-negara (Newly Industrializing Countries) di asia timur. Mempunyai penurunan yang sangat besar dalam tingkat pertumbuhan populasinya sampai tingkat hanya 1 persen atau bahkan kurang. Di kebanyakan negara sub-sahara Afrika,di mana tingkat pertumbuhan ekonominya masih lambat, tingkat pertumbuhan penduduknya masih tetap di atas 3 persen per tahun.

Kesempatan Kerja dan Pengangguran

Satu di antara masalah paling serius yang dihadapi negara-negara berkembang adalah pertumbuhan angkatan kerja yang lebih cepat di banding pertumbuhan kesempatan kerja, yang berujung pada pengangguran . Kata pengangguran harus digunakan dengan hati-hati di negara-negara berkembang, karena mayoritas pencari nafkah bukanlah pekerja yang mencari upah (yaitu bekerja untuk sebuah perusahaan, sering di sebut sektor formal, tetapi bekerja pada perusahaan atau pertanian keluarga (sering di sebut sektor informal).

Definisi Dan Klasifikasi Pengangguran :

Unemployment Dan Underemployment

Ø  Pengangguran terbuka (open Unemploymentatau secara umum pengangguran, adalah penduduk berusia kerja yang tidak mempunyai pekerjaan apapun, yang secara aktif mencari pekerjaan. Pengangguran di negara-negara berkembang, menurut estimasi data international labor organization (ILO), meningkat dari 36 juta, pada tahun 1960 menjadi 66 juta pada tahun 1980 dan 91 juta pada tahun 1992-93, kenaikan sebesar 153 persen. Dihitung sebagai persentase dari angkatan kerja, pengangguran telah meningkat dari 7,4 persen pada tahun 1970 menjadi 7,8 persen pada tahun 1980 dan 8,2 persen pada tahun 1992-93. Komisi ekonomi untuk Afrika mengestimasikan tigkat pengangguran tahun 1975 adalah 10,8 persen di Afrika, 6,9 persen di Asia dan 6,5 persen di Amerika Latin, sementara tingkat pengangguran tahun 1992-1993 dari statistik ILO adalah 12,2 persen di Afrika, 7,0 persen di Asia, dan 8,1 persen di Amerika Latin

https://movistarnext.com/