Pengolahan Lahan Tanam Budidaya Timun Suri

Pengolahan Lahan Tanam

Gemburkan tanah lahan dengan cara mencangkul halus tanah, tidak perlu dibuat bedengan karena timun suri akan tumbuh dengan baik pada lahan datar. Setelah itu, buatlah lubang tanam dengan ukuran 1 meter x 1 meter dan masukkan pupuk kompos ataupun pupuk kandang ke dalam tiap lubang masing-masing sekitar 1 kg, lalu diamkan lubang selama 2 hari.

Penanaman benih
Setelah melakukan pengolahan tanah dan lubang tanam telah siap maka lakukan penanaman benih timun suri, biasanya benih yang digunakan berupa biji. Masukkan benih biji sebanyak 2 biji ke dalam tiap lubang tanam lalu tutup kembali lubang dengan tanah hasil galian lubang.

Perawatan Tanaman Timun Suri
Setelah penanaman benih maka lakukan perawatan tanaman, lakukan penyiraman secara teratur hingga tanaman timun suri tumbuh, jika tanaman sudah tumbuh tidak perlu dilakukan penyiraman secra teratur karena timun suri merupakan salah satu tanaman yang bandel dan tahan terhadap kekeringan. Biasanya tanaman akan tumbuh secara serempak setelah 7 hari tanam. Jika ada yang tidak tumbuh hingga umur tersebut (7 Hari) maka perlu dilakukan penyulaman.
Benih timun suri biasanya dipakai minimal 1 tahun setelah diproduksi, kekuatan benih bergantung pada perawatan dan penyimpanan benih. Biasanya benih bisa digunakan sampai 1,5 tahun.
Pada umur 7 hari setelah tanam lakukan penyiangan terhadap gulma pengganggu. Jika tanaman timun suri sudah dewasa tidak perlu dilakukan penyiangan karena tanaman mampu bersaing dengan gulma, bahkan jika tanaman telah berbuah, tanaman gulma tersebut malah menguntungkan karena dapat menjadi alas antara buah dengan tanah sehingga buah tidak berhubungan langsung dengan tanah dan buah terhindar dari serangan cacing dan hewan-hewan tanah lainnya.

Pemanenan Timun Suri
Timun suri dapat mulai di panen setelah berumur sekitar 60-75 hari bergantung dari varietas benih yang ditanam. Pemanenan dilakukan secara bertahap hingga 10 x pengambilan. Buah sudah layak panen dapat dilihat dengan cara mengecek buah yang sudah lepas dari tangkainya. Setelah buah dipanen maka lakukan pencucian, setelah itu lakukan pengsortiran dan pengkelasan lalu lakukan packing buah untuk dijual ke pasar ataupun kerumah-rumah. Timun suri mengalami puncak permintaan setiap bulan puasa sebagai sajian berbuka.

Baca Juga :