Perkembangan Sistem Pertanian di Indonesia

Perkembangan Sistem Pertanian di Indonesia 

Perkembangan Sistem Pertanian di Indonesia

Perkembangan Sistem Pertanian di Indonesia

Pertanian merupakan aktivitas ekonomi yang utama dan terbesar di Indonesia

Penerapan sistem pertanian pada masa orde baru dilakukan dengan pencanangan Revolusi Hijau. Adanya dampak negatif dari penerapan revolusi Hijau tersebut, maka para ahli/pakar mulai memikirkan solusi lain untuk mengganti Sistem Pertanian Revolusi Hijau tersebut.

 

Hal ini ditandai dengan adanya konsep pembangunan berkelanjutan.

Salah satu konsep pembangunan berkelanjutan dalam bidang pertanian yaitu adanya ‘Agenda 21 Indonesia’. Yang memuat tentang Pengembangan Pertanian dan Pedesaan Berkelanjutan. Sehingga kemudian berkembang sistem pertanian organik yang dikembangkan oleh sebagian petani.

 

Bentuk-Bentuk Pertanian Di Indonesia :

  1. Sawah adalah suatu bentuk pertanian yang dilakukan di lahan basah dan memerlukan banyak air baik sawah irigasi, sawah lebak, sawah tadah hujan maupun sawah pasang surut.
  2. Tegalan adalah suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanami tanaman musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Lahan tegalan tanahnya sulit untuk dibuat pengairan irigasi karena permukaan yang tidak rata. Pada saat musim kemarau lahan tegalan akan kering dan sulit untuk ditubuhi tanaman pertanian.
  3. Perkarangan adalah suatu lahan yang berada di lingkungan dalam rumah (biasanya dipagari dan masuk ke wilayah rumah) yang dimanfaatkan / digunakan untuk ditanami tanaman pertanian.
  4. Ladang berpindah adalah suatu kegiatan pertanian yang dilakukan di banyak lahan hasil pembukaan hutan atau semak di mana setelah beberapa kali panen / ditanami, maka tanah sudah tidak subur sehingga perlu pindah ke lahan lain yang subur atau lahan yang sudah lama tidak digarap.

Baca Juga :