Perkembangan

Perkembangan/Periodisasi Filsafat Ilmu

Perkembangan filsafat ilmu dapat diidentifikasi ke dalam beberapa periode berikut:

  1. Periode Pra-Yunani Kuno

Periode ini memliki ciri-ciri sebagai berikut:

1)      Know how dalam kehidupan sehari-hari yang didasarkan pada pengalaman.

2)       Penegetahuan yang berdasarkan pengalaman itu diterima sebagai fakta dengan sikap receptivemind, keterangan masih dihubungkan dengan kekuatan magis.

3)      Kemampuan menemukan abjad dan sistem bilangan alam sudajh menampakkan perkembangan pemikiran manusia ke tingkat abstraksi.

4)      Kemampuan menulis, berhitung, menulis kalender yang didasarkan atas sintesa terhadap hasil abstraksi yang dilakukan.

5)      Kemampuan meramalkan suatu peristiwa atas dasar peristiwa-peristiwa sebelumnya yang pernah terjadi. Misalnya: gerhana bulan dan matahari.

  1. Zaman Yunani Kuno

Zaman yang dipandang sebagai zaman keemasan filsafat ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

     1)  Pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide pendapatnya

    2)  Masyarakat pada masa ini tidak lagi mempercayai mitologi-mitologi, yang dianggap sebagai bentuk pseudo-rasional

    3)  Masyarakat tidak dapat menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap receptive attitude (sikap menerima begitu saja), melainkan menumbuhkan sikap an inquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis). Sikap belakangan inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya ilmu pengetahuan modern.

  1. Zaman Pertengahan (Middle Age)

Era pertengahan ini ditandai dengan tampilnya para teolog di lapangan ilmu pengetahuan di belahan dunia Eropa. Para ilmuwan pada masa ini hamper semua adalah teolog, sehingga aktivitas ilmiah terkait dengan aktivitas keagamaan. Atau dengan kata lain, kegiatan ilmiah diarahkan untuk mendukung kebenaran agama. Semboyang yang berlaku bagi ilmu pada masa ini adalah Ancilla Theologia, abdi agama. Namun di Timur terutama Negara-negara Islam justru terjadi perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat. Di saat Eropa pada zaman Pertengahan lebih berkutat pada masalah-masalah keagamaan, maka peradaban dunia Islam melakukan penerjemahan besar-besaran terhadap karya-karya filosof Yunani, dan berbagai temuan di lapangan ilmiah lainnya.