Permainan Tradisional

Permainan Tradisional

Proses belajar mengajar ditandai adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode, media dan evaluasi. Unsur media dam metode merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur-unsur lainnya, karena berfungsi sebagai cara atau teknik untuk mengantarkan bahan pelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, media memegang peran penting sebab dengan adanya media pelajaran dapat mudah dipahami oleh siswa.

Kemampuan melakukan berhitung merupakan salah satu standar kompetensi yang wajib dikuasai oleh peserta didik SD. Pada siswa kelas 1 melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Hal ini karena penggunaan materi ini merupakan bekal persyaratan untuk mempelajari materi behitung selanjutnya.

Menggunakan permainan bola keranjang ini berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa dalam pelajaran matematika dengan mudah. Dalam proses pembelajaran di dalam kelas atau pun di luar kelas, penggunaaan permainan ini mampu membawa siswa untuk berhitung dan memahami cara berhitung dengan baik. Dalam hal ini, guru berperan sebagai fasilitator dalam proses berhitung dengan menggunakan metode basket ball (bola keranjang) tersebut dalam pembelajara.

  1. Karakteristik siswa

Masing-masing peserta didik atau siswa sebagai individu dan subjek belajar memiliki karakteristik atau ciri-ciri sendiri. Kondisi atau keadaan yang terdapat pada masing-masing siswa dapat mempengaruhi bagaimana proses belajar siswa tersebut. Dengan kondisi peserta yang mendukung maka pembelajaran tentu dapat dilakukan dengan lebih baik, sebaliknya pula dengan karakteristik yang lemah maka dapat menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar.

Lebih lanjut lagi bahwa keadaan peserta didik bukan hanya berpengaruh pada bagaimana belajar masing-masing peserta didik, namun dari proses belajar masing-masing siswa dapat mempengaruhi pembelajaran secara keseluruhan serta juga mempengaruhi bagaimana proses belajar peserta didik lainnya. Jika pengaruh positif maka akan memberikan efek yang baik bagi proses pembelajaran, namun tentu saja juga terdapat karakteristik atau keadaan dari siswa yang buruk dan memberikan pengaruh negatif bagi pembelajaran.

Oleh karena itu, guru yang memilki peran sentral dalam pembelajaran secara langsung di haruskan untuk mengetahui karakteristik atau keadaaan yang sebenarnya terjadi pada siswa. Dengan demikian, guru dapat mengantisipasi juga mengatasi adanya pengaruh buruk yang mungkin muncul dan berakibat negatif bagi pembelajaran. Identifikasi terhadap keadaan dan kondisi siswa baik untuk masing-masing individu maupun keseluruhan mutlak diperlukan yang digunakan untuk pembagian langkah dan perlakuan terutama pemilihan strategi, model, media, dan komponen penyusun pembelajaran lainnya.

Dalam bukunya, Sardiman (2011: 120) menyebutkan bahwa terdapat 3 macam hal karakteristik atau keadaan yang ada pada siswa yang perlu diperhatikan guru yaitu:

  1. Karakteristik atau keadaan yang berkenaan dengan kemampuan awal siswa. Misalnya adalah kemampuan intelektual, kemampuan berpikir, dan lain-lain.
  2. Karakteristik atau keadaan siswa yang berkenaan dengan latar belakang dan status sosial.
  3. Karakteristik atau keadaan siswa yang berkenaan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat, dan lain-lain.

Dari macam-macam jenis dan sumber karakteristik atau keadaan yang ada pada siswa ini guru dapat menemukan data-data apa saja yang perlu diketahui informasinya dan digali lagi dari peserta didik. Kondisi pada peserta didik juga senantiasa dapat mengalami perubahan, guru hendaknya juga harus memamntau segala perubahan keadaan yang ada pada siwa baik sebelum pembelajaran dimulai, saat pelajaran, hingga paska pembelajaran dan evaluasi.

 

https://tokopediaaplikasi.id/zootopia-crime-files-apk/