Proses pelaksanaan

Proses pelaksanaan

Aturan Permainan

  1. a)Permainan ini di bagi beberapa kelompok 4-5 kelompok
  2. b)Masing-masing kelompok mendapatkan 1 keranjang bola
  3. c)Kelompok nantinya akan maju bergiliran
  4. d)Masing-masing kelompok melempar bola ke keranjang
  5. e)Dalam kelompok di bagi lagi, yang melempar dan mencatat bola masuk dan keluar
  6. f)Setelah di hitung bola yang masuk dan keluar
  7. g)Lalu dijumlahkan hasilnya
  8. h)Jika jawabanya benar, kelompok tersebut lanjut ke tahap berikutnya yaitu pengurangan
  9. i)Setelah dilakukan sama dengan tahap penjumlahan, yang jawabanya benar dan cepat kelompok itulah pemenangnya.

Tujuan untuk menghasilkan model pembelajaran bola basket bagi siswa kelas satu SD. Model permainan bola basket dapat digunakan guru SD sebagai salah satu bentuk pembelajaran berhitung dengan mudah dan bertahap. Dan dalam usaha penguasaan materi pembelajaran berhitung merupakan sebagian kegiatan yang menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya. Contohnya seperti :

  1. Mampu berpikir dengan baik saat menghitung
  2. Adanya rasa solidaritas saat melakukan permainan
  3. Menguji mental agar lebih berani melakukan sesuatu
  4. Mampu menangkap apa pun yang di lihat dan di dengar
  5. Menimbulkan aras ingin tahu
  6. Meningkatnya pengetahuan berhitung
  1. Hasil yang Diharapkan

Didalam metode atau pun contoh permainan ini, diharapkan siswa tidak akan kesulitan lagi dalam pembelajaran berhitung, mudah memahami, mengerti cara berhitung. Dalam permainan ini juga menjadikan siswa bersemangat untuk belajar berhitung.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pendidikan adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada siswa yang meliputi kemampuan, komponen pengetahuan ataun kemauan dan tindakan. Belajar dengan bola keranjang ini dapat memotifasi siswa untuk terus berhitung, sehingga siswa dapat dilipatkan secara aktif dalam pembelajaran dan guru tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga membimbing siswa agar terampil dan cepat menemukan konsep berhitung dengan mudah dan berdampak pada kemampuan berhitung dengan sendirinya.

Matematika tidak hanya ilmu yang mempelajari tentang penghitungan dan pengukuran, tetapi juga kemampuan menganalisa jika soal yang disajikan berupa cerita. Butuh strategi atau metode pembelajaran khusus yang mampu mengaktifkan tingkat kemampuan pemahaman siswa terhadap kemampuan ini agar apa yang mereka dapat lakukan tidak melulu hafalan dan prosedur sederhana.

Saran

guru yang memilki peran sentral dalam pembelajaran secara langsung di haruskan untuk mengetahui karakteristik atau keadaaan yang sebenarnya terjadi pada siswa. Dengan demikian, guru dapat mengantisipasi juga mengatasi adanya pengaruh buruk yang mungkin muncul dan berakibat negatif bagi pembelajaran.