Radang Sendi: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Radang Sendi: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Radang sendi atau artritis adalah peradangan yang terjadi pada satu atau sebagian anggota sendi. Kondisi ini biasanya memburuk seiring bertambahnya usia. Jenis artritis yang paling lazim adalah osteoartritis dan rheumatoid arthritis. Simak penjelasan mengenai gejala, penyebab, diagnosis, dan obat radang sendi selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Radang Sendi?
Artritis atau radang sendi adalah makna yang digunakan untuk melukiskan kurang lebih 200 kondisi yang pengaruhi sendi, jaringan yang mengitari sendi, dan jaringan ikat lainnya. Beberapa bentuk radang sendi layaknya rheumatoid arthritis dan lupus, mampu pengaruhi banyak organ serta mengakibatkan tanda-tanda yang lebih luas.

Saat seseorang mengalami kondisi ini, persendiannya dapat mengalami nyeri, suatu kondisi yang disebut arthralgia. Ketika empat atau lebih peradangan sendi terganggu, perihal itu disebut poliartritis. Sementara disaat dua atau tiga sendi terganggu, perihal itu disebut oligoartritis. Ketika cuma satu sendi yang terganggu, perihal itu disebut monoartritis.

Gejala Radang Sendi
Tanda dan tanda-tanda artritis yang paling lazim adalah gangguan pada persendian. Tergantung pada type radang sendi yang Anda miliki, isyarat dan tanda-tanda yang mampu terjadi seperti:

Rasa sakit
Kekakuan
Pembengkakan
Kemerahan
Keterbatasan gerak.
Sementara itu, banyak orang bersama dengan radang sendi menyatakan tanda-tanda yang lebih jelek di pagi hari. Dalam masalah rheumatoid arthritis, Anda bisa saja dapat merasa kelelahan atau nafsu makan menurun. Jika tidak memperoleh penanganan, rheumatoid arthritis mampu membuat kelainan bentuk sendi.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?
Segera konsultasi bersama dengan dokter kecuali Anda mengalami:

Rasa sakit dan kekakuan muncul secara bertahap.
Rasa sakit singgah bersama dengan cepat dan disertai bersama dengan demam.
Merasakan sakit dan kaku di lengan, kaki, atau punggung sehabis duduk sebentar atau sehabis tidur malam.
Anak Anda mengalami nyeri pada lutut, pergelangan tangan dan kaki, nyeri, demam, nafsu makan yang buruk, disertai penurunan berat badan.
Penyebab Radang Sendi
Tidak ada penyebab tunggal berasal dari seluruh type radang sendi. Penyebabnya banyak ragam cocok bersama dengan type atau bentuk. Dua type radang sendi yang paling lazim adalah osteoartritis dan rheumatoid arthritis, di mana keduanya mampu mengakibatkan kerusakan persendian bersama dengan berbagai cara.

Osteoartritis
Osteoarthritis melibatkan kerusakan pada tulang rawan sendi, susunan keras dan licin di ujung tulang yang membentuk sendi. Kondisi ini membuat rasa sakit dan gerakan tubuh jadi terbatas. Penurunan fungsi persendian ini mampu terjadi sepanjang bertahun-tahun dan mampu dipercepat oleh cedera/trauma sendi atau infeksi.

Rheumatoid Arthritis
Rheumatoid arthritis membuat proses kekebalan tubuh menyerang susunan persendian. Lapisan ini (membran sinovial) jadi meradang dan bengkak. Jika tidak memperoleh penanganan, kondisi ini berisiko tingkatkan kerusakan tulang rawan dan tulang di didalam sendi.

Faktor Risiko
Faktor-faktor risiko yang tingkatkan radang sendi, di antaranya:

Riwayat Keluarga
Beberapa type artritis mampu terjadi didalam keluarga. Jadi, seseorang bisa saja lebih cenderung di serang radang sendi kecuali orang tua atau saudara kandung menderita kelainan tersebut. Gen mampu membuat Anda lebih rentan pada faktor lingkungan yang mampu membuat kondisi ini.

Usia
Risiko berbagai type radang sendi layaknya osteoartritis, rheumatoid arthritis, dan asam urat, meningkat seiring bertambahnya usia.

Jenis Kelamin
Seorang wanita lebih cenderung mengembangkan rheumatoid arthritis daripada pria, tetapi sebagian besar orang yang menderita gout adalah pria.

Cedera Persendian Sebelumnya
Orang-orang yang mengalami cedera pada persendian sebelumnya, lebih cenderung mengalami radang sendi.

Kegemukan
Kelebihan berat badan/obesitas berikan tekanan pada persendian, lebih-lebih lutut, pinggul, dan tulang belakang. Maka berasal dari itu, orang bersama dengan obesitas mempunyai risiko lebih tinggi terkena radang sendi.

Diagnosis Radang Sendi
Diagnosis yang biasanya ditunaikan dokter adalah memeriksa pembengkakan sendi. Selain itu, dokter terhitung dapat berharap Anda untuk menggerakkan sendi untuk menyaksikan seberapa kritis kondisi persendian.

Tergantung pada type radang sendi yang dicurigai, dokter bisa saja menyarankan sebagian tes sebagai berikut:

Tes Laboratorium
Analisis berbagai type cairan tubuh mampu menolong pilih type artritis yang bisa saja Anda miliki. Cairan yang biasa dianalisis terhitung darah, urine, dan cairan sendi.

Pencitraan
Jenis-jenis tes ini mampu mendeteksi masalah di didalam persendian yang bisa saja membuat gejala. Contohnya termasuk:

Sinar X
Metode ini mengfungsikan radiasi tingkat rendah untuk memvisualisasikan tulang. Sinar-X mampu menyatakan kehilangan tulang rawan, kerusakan tulang, dan taji tulang. Sinar-X tidak mampu digunakan untuk mengutarakan kerusakan dini tetapi mampu digunakan untuk melacak perkembangan penyakit.

Computerized tomography (CT Scan)
Metode ini menyita berbagai sudut gambar lebih berasal dari sinar-X dan menggabungkan Info untuk membuat gambaran lintas anggota berasal dari struktur di didalam tubuh. Prosedur ini mampu memvisualisasikan tulang dan jaringan lunak di sekitarnya.

Magnetic resonance imaging (MRI)
Menggabungkan gelombang radio bersama dengan medan magnet yang kuat, MRI mampu menampilkan gambar struktur dan organ didalam tubuh berasal dari jaringan lunak layaknya tulang rawan, tendon dan ligamen.

Ultrasonografi
Prosedur ini mengfungsikan gelombang nada frekuensi tinggi untuk melukiskan jaringan lunak, tulang rawan dan struktur yang mempunyai kandungan cairan di dekat sendi (bursae). Ultrasonografi terhitung digunakan untuk memandu penempatan jarum untuk aspirasi dan injeksi sendi.

Pengobatan Radang Sendi
Pengobatan artritis berfokus pada menyingkirkan tanda-tanda dan tingkatkan fungsi sendi. Anda bisa saja mesti coba sebagian perawatan tidak sama atau gabungan perawatan, sebelum saat Anda pilih mana yang terbaik bagi tubuh.

Terapi Fisik
Terapi fisik berfaedah untuk memperkuat otot-otot di kurang lebih sendi yang terkena. Dokter mampu menyarankan cara ini untuk kurangi keterbatasan pada mobilitas.

Obat-obatan
Berikut ini adalah sebagian obat radang sendi yang mampu digunakan, antara lain:

Analgesik, layaknya hydrocodone atau acetaminophen, efisien untuk mengontrol nyeri, tetapi tidak menolong kurangi peradangan.
Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), layaknya ibuprofen dan salisilat, menolong mengendalikan rasa sakit dan peradangan. Salisilat mampu mengencerkan darah, sehingga mesti digunakan bersama dengan terlalu hati-hati bersama dengan obat pengencer darah tambahan.
Krim mentol atau capsaicin cream untuk membatasi transmisi isyarat nyeri berasal dari persendian.
Imunosupresan layaknya prednisone atau cortisone menolong kurangi peradangan.
Jika Anda menderita rheumatoid arthritis, dokter bisa saja dapat berikan Anda kortikosteroid atau disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), yang menghimpit proses kekebalan. Sementara untuk menyembuhkan osteoartritis banyak obat nonresep atau resep yang mampu digunakan.

Operasi
Jika tindakan konservatif tidak membantu, dokter bisa saja menyarankan operasi, seperti:

Perbaikan sendi. Dalam sebagian kasus, permukaan sendi mampu dihaluskan atau disesuaikan untuk kurangi rasa sakit dan tingkatkan fungsinya. Jenis prosedur ini sering kali mampu ditunaikan secara arthoplasty.
Penggantian sendi. Prosedur ini menyingkirkan sendi yang rusak dan menggantinya bersama dengan yang buatan. Sendi yang paling sering diganti adalah pinggul dan lutut.
Fusi sendi. Prosedur ini lebih sering digunakan untuk persendian yang lebih kecil, layaknya di pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan jari-jari. Cara ini menyingkirkan ujung dua tulang di sendi dan kemudian mengunci ujung-ujung itu berbarengan sampai jadi satu unit yang kaku.
Pencegahan Radang Sendi

Pada dasarnya, tidak ada cara efisien yang mampu ditunaikan untuk mencegah kondisi ini. Radang sendi yang terjadi akibat cedera mampu dicegah bersama dengan mematuhi ketentuan keselamatan dan mengusahakan menjauhkan cedera. Sementara artritis yang berkenaan bersama dengan infeksi mampu dicegah menjauhkan penyebab infeksi.

Artikel Lainnya : teknik dasar sepak bola

Baca Juga :