Siswa Fatih Bilingual School Raih Perunggu Olimpiade Sains di Seoul

Siswa Fatih Bilingual School Raih Perunggu Olimpiade Sains di Seoul

Siswa Fatih Bilingual School Raih Perunggu Olimpiade Sains di Seoul

Siswa Fatih Bilingual School Raih Perunggu Olimpiade Sains di Seoul

Dua siswa Fatih Bilingual School berhasil memboyong medali perunggu

dalam olimpiade bidang penelitian dan proyek sains SIIF di Seoul, Korea pada tanggal 27-30 November 2019.

Para siswa tersebut mengharumkan nama Indonesia setelah melakukan proyek penelitian yang sudah mereka siapkan sejak Oktober 2018 atau setahun silam.

“Anak-anak mesti didorong mengikuti kompetisi internasional semacam ini. Selain mengharumkan nama bangsa, kita juga sekaligus mendidik generasi yang fokus di riset dan inovasi berbasis STEM (science, technology, engineering dan mathematics),” kata Nurhadi Hafman Management Advisor Fatih Bilingual School Aceh, di Jakarta, Minggu (1/12/2019).

Baca Juga:

Kemenag Revisi Pelajaran Khilafah, Gerindra Ingatkan Jangan Gaduh
Kemenag Geser Materi Khilafah dari Mata Pelajaran Fikih ke Sejarah

Aqil Naufal Syahrul dan Muhammad Syafiq Akbar mengirimkan sebuah proyek inovasi dengan judul

‘Moss as a Substitute for the Main Substance in Deodorant’ pada olimpiade bidang penelitian dan proyek sains SIIF di Seoul, Korea pada tanggal 27-30 November 2019.

SIIF (Seoul International Invention Fair) sendiri merupakan program pameran dan kompetisi penemuan dan inovasi tahunan yang diselenggarakan oleh KIPA (Korea Invention Promotion Association) yang diikuti oleh para siswa dan mahasiswa dari berbagai negara.

Mereka bersaing dengan ratusan tim dari 27 negara, yaitu: Bahrain, Bangladesh, China, Kroasia, Perancis,

Inggris, Amerika Serikat, Iran, Korea Selatan, Kuwait, Malaysia, Myanmar, Nigeria, Oman, Polandia, Portugal, Qatar, Rusia, Arab Saudi, Taiwan, Thailand, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam dan Indonesia.

“Yang lebih membanggakan lagi adalah tim Fatih Bilingual School juga mendapatkan Special Award dari NRCT (National Research Council of Thailand) atas pencapaian proyek penelitian mereka,” tambahnya.

Hal tersebut menjadi obat bagi segala persiapan dan proses penelitian yang mereka lakukan, mulai dari kajian literatur, pengambilan sampel, ekstraksi, hingga pengujian di laboratorium mikrobiologi.

 

Baca Juga :