Smart City Bring Smart People

Smart City Bring Smart People

Smart City Bring Smart People

Kota Bandung sedang memantapkan konsep smart city. Harapannya dalam tiga tahun ke depan, konsep ini bisa selesai. Bukti penerapannya pun sudah dimulai sejak tahun lalu. Di antaranya, pelayanan publik berbasis online, pelaporan kinerja pejabat SKPD melalui aplikasi chat, dan aktivasi Panic Button.
PANIC BUTTON

SANGAT MEMBANTU KINERJA SKPD: Salah satu operator Bandung

Command Center Melinda menunjukkan aplikasi Panic Button di ponsel androidnya. Aplikasi ini sudah banyak digunakan warga untuk memberitahukan peristiwa atau musibah seperti kebakaran dan perampokan.

Adapun poin-poin lain yang masih perlu ditambahkan di antaranya, antisipasi bencana dan kerusakan lingkungan, sistem birokrasi pemerintah yang cerdas, pengefektifan energi dan efisiensi sumber daya. Ada pula membangun ekonomi masyarakat melalui bisnis, kemudian pemecahan masalah transportasi yang baik untuk digunakan dalam suatu kota.

Ketua Panitia Asia Afrika Smart City Summit (AASCS) 2015 Suhono H.

Supangkat beberapa waktu lalu menjelaskan, Kota Bandung sudah memulai memperbaiki tata kota. Dasarnya adalah, tata kelola menurut informasi, komunikasi dan pihak-pihak yang terlibat. Ada masalah sosial, transportasi, pendidikan hubungan manusia, masalah tata ruang, masalah energi dan masalah lingkungan.

’’Jadi ada 12 parameter yang menjadi patokan kita untuk menentukan

kota itu smart atau belum,’’ terang dia.

Di sisi lain, Menkominfo Rudiantara berjanji akan mendukung program smart city yang berawal dari Kota Bandung. ’’Kita akan akselerasi teknologi kita sehingga nanti semua kota di Indonesia dapat menerapkan smart city seperti di Bandung,’’ katanya.

 

Baca Juga :