Zaakwaarneming dan onrechtmatige daad

Zaakwaarneming dan onrechtmatige daad

Adapun perbuaaatan lain yang bukan perbuatan hukum dapat dibedakan dalam :

  1. Perbuatan yang akibatnya diatur oleh hukum, walaupun bagi hukum tidak perlu akibat tersebut dikehendaki oleh pihak yang melakukan perbuatan itu. Jadi akibat yang tidak dikehendaki oleh yang melakukan perbuatan itu diatur oleh hukum, tetapi perbuatan tersebut bukanlah perbuatan hukum.

 

Contoh perbuatan ini ialah : perbuatan memerhatikan (mengurus) kepentingan orang lain dengan tidak diminta oleh oaring itu untuk memperhatikan kepentingannya (zaakwaarneming) yang di atur dalam pasal 1354 KUHS.

  1. Perbuatan yang bertentangan dengan hukum (oonrechtmatige daad)

Akibat suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum diatur juga oleh hukum, meskipun akibat itu memang tidak dikehendaki oleh yang melakukan perbuatan tertentu.

Dalam sejarah hukum “perbuatan yang bertentangan dengan hukum” yang disebutkan dalam pasal 1365 KUHS telah diperluas pengertiannya menjadi : membuat sesuatu atau tidak membuat sesuatu (melalaikan sesusatu) yang :

  1. Melanggar hak orang lain
  2. Bertentangan dengan kewajiban hukum dari yang melakukan perbuatan itu
  3. Bertentangan dengan baik kesusilaan maupun asas-asas pergaulan kemasyarakatan mengenai kehormatan orang lain atau barang orang lain
  4. Mengenai contoh suatu peristiwa lain yang bukan perbuatan hukum, ialah : kelahiran, kematian, lewat waktu atau kardaluasa.
  1. Peristiwa Hukum Menurut Isi

Berdasarkan isinya maka peristiwa hukum dapat terjadi dengan berbagai macam cara:

  1. Karena keadaan tertentu misalnya seorang yang karena keadaannya sakit jiwa (gila) sehingga oleh pengadilan ditempatkan di bawah pengampuan.
  2. Karena keadaan alam misalnya seorang pengantar surat mengendarai motor melakukan pekerjaannya dalam rangka mengantar surat, namun di tengah perjalanan kemudian pengantar surat itu ditimpa pohon yang tumbang sehingga pengantar surat itu meninggal menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja membayarkan asuransi dan tunjangan terhadap keluarga yang ditinggalkannya.
  3. Karena keadaan fisik misalnya kerena kelahiran sehingga orang yang lahir tersebut harus dicatatkan namanya melalui akta kelahiran, demikian halnya dengan kematian. Termasuk juga batas “dewasa” (meerderjarig) merupakan peristiwa yang terjadi karena keadaan fisik sehingga setelah dewasa ia sudah dapat melakukan perbuatan hukum.

Orang yang gila, pohon yang tumbang, kelahiran dan kematian sebenarnya peristiwa biasa. Namun karena peristiwa itu berkaitan dengan hak dan kewajiban subjek hukum, peristiwa itu menjadi peristiwa hukum. Dengan demikian kalau subjek hukum adalah bentukan hukum begitu halnya dengan peristiwa hukum juga adalah bentukan hukum.

Zaakwaarneming dan onrechtmatige daadsumber :

https://multiply.co.id/pemanasan-global/